SURABYAPAGI.com, Situbondo - Menindaklanjuti Pendopo dan Kawedanan Besuki yang telah lama tidak difungsikan, kini akan kembali digunakan sebagaimana peruntukannya. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bakal fokus merevitalisasi bangunan tersebut dengan anggaran sebesar Rp6,4 miliar, meliputi perbaikan gapura, pemulihan bangunan pendopo, serta pembangunan kolam air mancur dan lainnya.
Pasalnya, selain sebagai pelestarian sejarah panjang yang telah ada sejak masa Hindia Belanda. Pendopo dan Kawedanan Besuki yang terletak di wilayah barat Situbondo, tepatnya di Kecamatan Besuki, dan pada masa itu menjadi pusat administrasi dan sekaligus pemerintahan di wilayah Karesidenan Besuki (Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi).
"Pada 1 Januari 2026, saya mulai 'ngantor' melayani masyarakat. Jadi, tiga hari di Pendopo Rakyat Situbondo, tiga hari di Besuki," kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kamis (04/12/2025).
Diketahui, untuk seluruh proses restorasi atau pemulihan Pendopo dan Gedung Kawedanan Besuki itu dilakukan dengan memperhatikan karakter asli bangunan karena kawasan itu merupakan bagian dari aset sejarah yang memiliki nilai arsitektural. Dan ke depan, Pendopo dan Kawedanan Besuki itu direncanakan menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan di wilayah Besuki.
"Saya akan memanfaatkan gedung tersebut sebagai lokasi kegiatan kedinasan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pembangunan di wilayah barat Situbondo," kata Bupati. st-01/dsy
Editor : Desy Ayu