Pesona Ranu Grati Berpadu Latar Pegunungan Tengger yang Kental Dipenuhi Legenda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pesona Ranu Grati yang berada di antara Desa Sumberdawesari, Ranuklindungan, dan Gratitunon, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. SP/ PSR
Pesona Ranu Grati yang berada di antara Desa Sumberdawesari, Ranuklindungan, dan Gratitunon, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. SP/ PSR

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Keindahan danau Ranu Grati yang berada di antara Desa Sumberdawesari, Ranuklindungan, dan Gratitunon, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menyimpan pesona dan legenda yang melekat hingga saat ini oleh warga lokal. Meski demikian, danau alami seluas 198 hektare tersebut menyimpan kisah legendaris yang telah turun-temurun diceritakan masyarakat setempat. Mereka yang datang tidak hanya diajak menikmati panorama alam, tetapi juga merenungi cerita masa lalu yang membentuk identitas danau ini.

Legenda Ranu Grati berpusat pada kisah tentang murkanya alam akibat perbuatan manusia. Cerita rakyat ini mengisahkan tiga tokoh utama. Ialah Endang Sukarni, putri Kerajaan Mataram, Begawan Nyampo, seorang pertapa sakti, serta Baru Klinting, putra mereka yang lahir sebagai naga bersisik, Kamis (11/12/2025).

Suatu hari, seorang wanita cantik bernama Endang Sukarni datang ke desa itu. Ia melarikan diri dari kekacauan yang menimpa Kerajaan Mataram. Dalam pelariannya, ia bertemu Begawan Nyampo, dan akhirnya mengabdi sebagai murid sekaligus pelayan sang pertapa. Namun, suatu hari, secara tidak sengaja Begawan Nyampo melihat betis Endang Sukarni yang tersingkap.

Dari kejadian itu, keluar air suci yang tiba-tiba berubah menjadi sebuah pisau kecil. Pisau itu diberikan kepada Endang Sukarni dengan satu larangan tegas, dilarang meletakkannya di pangkuan. Namun, larangan itu pada akhirnya dilanggar dan akhirnya Endang Sukarni hamil sembilan bulan kemudian melahirkan bayi berwujud ular naga bersisik, dilengkapi ekor dengan lonceng kecil (klintingan). Bayi ini diberi nama Jaka Baru. Namun lebih dikenal dengan sebutan Baru Klinting. 

Karena malu dan takut dengan wujud anaknya, Endang Sukarni dan Begawan Nyampo berusaha menyingkirkan Baru Klinting dengan memberikan misi berbahaya, untuk bertapa di tengah hutan. Ia melakukan semedi hingga wujudnya berubah menjadi ular besar.

Pada saat yang sama, Desa Kademangan Klindungan mengalami kemarau panjang. Warga yang kelaparan berburu ke hutan dan menemukan tubuh Baru Klinting. Mendengar perlakuan keji warga terhadap anaknya, Endang Sukarni murka. Ia lantas mencabut lidi itu sendiri. 

Seketika, dari lubang bekas tancapan lidi memancar air yang sangat deras. Arus air itu tak terbendung, meluap dengan cepat, dan akhirnya menenggelamkan seluruh desa beserta penduduknya. Air luapan itu kemudian membentuk sebuah danau yang kini dikenal sebagai Ranu Grati. Danau ini terus menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam. Keberadaan Ranu Grati membuktikan bahwa alam, sejarah, dan legenda dapat berpadu menciptakan ruang wisata yang unik dan penuh makna. ps-01/dsy

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …