SURABAYAPAGI.COM, Kediri - RSUD Gambiran Kota Kediri merespons penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan dengan merencanakan pembangunan gedung baru lima lantai yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026 guna memenuhi seluruh parameter standar nasional layanan rawat inap.
Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr Aditya Bagus Djatmiko mengatakan, pembangunan gedung baru tersebut diupayakan secepat mungkin agar rumah sakit dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan KRIS yang ditetapkan BPJS Kesehatan.
“Yang itu (KRIS BPJS Kesehatan) memang mensyaratkan parameter-parameter tertentu untuk menjadi standar KRIS,” kata Adit.
Keterbatasan Bangunan Lama Jadi Tantangan
Menurut Aditya, kondisi eksisting RSUD Gambiran yang telah berdiri sejak 149 tahun lalu menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi ketentuan KRIS, khususnya terkait jumlah tempat tidur dalam satu ruang rawat inap.
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat sejumlah ruang perawatan yang diisi lebih dari ketentuan standar KRIS.
“Jadi memang beberapa ruangan rata-rata masih ada yang berisi 6 tempat tidur, ada yang 5 tempat tidur. Sedangkan parameter KRIS itu maksimal diisi empat. Jadi kita harus menambahi di sana,” tandasnya.
Pembangunan gedung baru tersebut diprioritaskan untuk menambah kapasitas ruang rawat inap pasien BPJS Kesehatan, agar distribusi tempat tidur dapat disesuaikan dengan regulasi KRIS tanpa mengurangi kenyamanan pasien.
Pelayanan BPJS dan Umum Tetap Sama
Meski akan ada penyesuaian fasilitas melalui gedung baru, Aditya menegaskan bahwa tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum di RSUD Gambiran.
“Semuanya sama. Tergantung mana yang kosong gitu aja,” paparnya.
Ia menekankan bahwa perbedaan hanya terletak pada mekanisme pembiayaan, sementara mutu layanan medis dan nonmedis tetap diberikan secara setara kepada seluruh pasien.
Tambahan Fasilitas VVIP
Selain untuk memenuhi standar KRIS BPJS Kesehatan, gedung lima lantai tersebut juga dirancang untuk menambah fasilitas pelayanan khusus VVIP, guna memperluas pilihan ruang perawatan bagi masyarakat.
“Salah satu lantai memang ada kamar dengan kelas atau level VVIP. Sementara karena memang lahannya masih terbatas, kita buat dua dulu (Ruang Tegowangi 1 dan 2),” bebernya.
Pernyataan tersebut disampaikan Aditya saat ditemui usai peresmian Ruang VVIP Tegowangi RSUD Gambiran.
Masih Tahap Finalisasi Desain
Saat ini, rencana pembangunan gedung baru RSUD Gambiran masih berada pada tahap finalisasi desain. Manajemen rumah sakit berharap proses pembangunan dapat dimulai sedini mungkin agar target penerapan pelayanan berbasis KRIS BPJS Kesehatan dapat tercapai sesuai jadwal nasional. Can
Editor : Redaksi