SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Melalui penguatan program lintas sektor yang diarahkan agar lebih tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 11,95 persen pada Tahun 2026.
Pasalnya, percepatan pengentasan kemiskinan tersebut menjadi prioritas daerah yang sejalan dengan agenda strategis nasional, sekaligus untuk memastikan efektivitas program yang telah berjalan.
Hal itu berlandaskan data pemerintah daerah, diketahui angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren penurunan dari 12,42 persen pada 2023 menjadi 12,16 persen pada 2024, serta kembali menurun menjadi 12,03 persen pada 2025.
“Pengentasan kemiskinan merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam terkait pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi untuk pemberantasan kemiskinan,” jelas Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Lamongan Dirham Akbar Aksara, Rabu (07/06/2026).
Lebih lanjut, Dirham menjelaskan target 2026 ditetapkan dengan mempertimbangkan capaian penurunan kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan hasil positif dari pelaksanaan berbagai program daerah.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, lanjutnya, Pemkab Lamongan menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya penguatan layanan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir, penyediaan transportasi rujukan persalinan, peningkatan pelayanan gizi masyarakat, serta pencegahan dan penanganan penyakit menular maupun tidak menular.
Selain sektor kesehatan, upaya pengentasan kemiskinan juga diperkuat melalui penyediaan infrastruktur ketahanan pangan, edukasi konsumsi pangan beragam, pemanfaatan pekarangan untuk pangan. lm-01/dsy
Editor : Redaksi