SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti kasus penyakit campak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, mencatat, sepanjang ahun 2025, sebanyak 1.248 orang dilaporkan terjangkit dan sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengungkap, dari sebanyak 1.248 orang yang diduga terpapar penyakit campak tersebut, diantaranya 209 orang positif terpapar campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium
Sehingga, dari 209 yang dinyatakan positif terpapar campak tersebut, semuanya merupakan anak di bawah umur lima tahun (balita) yakni antara umur satu hingga empat tahun. Hal itu karena, umumnya balita yang terpapar penyakit campak itu yang belum diimunisasi.
"Dari 209 orang yang terpapar itu, sekitar 78 persen tercatat tidak diimunisasi, sementara sisanya hanya menerima sekali imunisasi campak," katanya, Jumat (09/01/2026).
Lebih lanjut, dan hingga saat ini, pihaknya terus komitmen berupaya melakukan imunisasi dengan cara jemput bola, yakni mendatangi secara langsung rumah-rumah warga yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.
Diketahui, berdasarkan data Dinkes Pemkab Pamekasan penyebaran kasus campak sepanjang 2025 tertinggi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pamekasan, Proppo dan Kecamatan Pademawu.
Sementara itu, terkait kasus campak ini, Dinkes Pamekasan juga telah menetapkan sebanyak 18 desa di wilayah itu masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) campak. Diantaranya, Batukalangan, Bugih, Campor, Dasok, Gladak Anyar, Groom, Jambringin, Jarin, Kramat, Larangan Badung, Majungan, Pamoroh, Bangkes, Panaguan, Pangbatok, Sumber Waru, Terrak, dan DesaPolagan. Hingga 8 Januari 2026 status KLB campak di 18 desa ini belum dicabut. pm-01/dsy
Editor : Redaksi