SURABAYAPAGI.com, Malang - Pemkot Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Setempat mencatat penurunan drastis kasus campak dalam dua pekan terakhir. Dimana sebanyak puluhan pasien yang terkonfirmasi tersebut rata-rata pasien berusia anak-anak.
Dinkes Kota Malang kini mencatat dari sebelumnya 27 pasien terkonfirmasi, kini hanya tersisa satu pasien yang masih dalam perawatan. Satu pasien campak itu kini sedang menjalani perawatan dan menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan ke arah yang baik dan diharapkan segera pulih dalam waktu dekat.
"Dua minggu lalu totalnya 27 kasus yang terkonfirmasi campak, terus setelah kembali kami cek angka kasusnya sudah turun dan tersisa satu pasien saja. Alhamdulillah terkendali," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar, Senin (05/10/2025).
Dengan penurunan ini, maka Kota Malang disebutnya telah berhasil menangani penyebaran penyakit campak, sebab dalam kurun waktu dua pekan ke belakang pihak tak lagi menemukan kasus baru.
"Jadi bukan kasus baru karena 27 kasus ini sudah termasuk yang sembilan orang," ujarnya.
Meski angka kasus campak telah turun, Dinkes Kota Malang tetap melakukan serangkaian upaya pencegahan, yakni dengan menggencarkan pemberian imunisasi pada bayi berusia 9 bulan dan 18 bulan. Selain sosialisasi tentang penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memantau pemberian vitamin A kepada anak.
Perlu diketahui, penyakit campak dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur atau droplet maupun kontak langsung dengan pasien. Dan apabila seseorang tidak memiliki sistem kekebalan yang baik, dikarenakan belum mendapatkan imunisasi maka menjadi rawan terpapar penyakit itu.
"Sementara gejala penyakit campak dapat diketahui seperti muncul ruam di kulit, mengalami demam, dan badan terasa lesu serta batuk. Sehingga, kami memberikan pemahaman kepada orang tua kalau anaknya mengalami gejala campak segera diperiksakan ke puskesmas, kalau dinyatakan positif kami minta supaya tetap di rumah sampai sembuh," pungkasnya. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu