Diduga Gelapkan Dana Desa Rp370 Juta, Pemuda Lira Laporkan Kades Mliriprowo ke Kejaksaan

author Juma'in Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Fahmi Rosydi, ketua Pemuda Lira Sidoarjo,  bersama Abdul Gofar, saat menyampaikan laporan  dugaan penggelapan DD di kantor Kejari Sidoarjo. SP/JUM
Fahmi Rosydi, ketua Pemuda Lira Sidoarjo,  bersama Abdul Gofar, saat menyampaikan laporan  dugaan penggelapan DD di kantor Kejari Sidoarjo. SP/JUM

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Organisasi kepemudaan, Pemuda  Lumbung Informasi Rakyat (Pemuda - Lira) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Selasa (13/1/2026). Kedatanganya melaporkan dugaan penggelapan dana desa (DD) senilai ratusan juta yang terjadi di Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik.

Mereka memasuki gedung kantor Kejari Sidoarjo tidak dengan tangan kosong, akan tetapi membawa sejumlah berkas untuk kepentingan pelaporan.

"Maksud kami ke sini untuk melaporkan dugaan penggelapan dana desa  yang terjadi di Desa Mliriprowo," ujar Fahmi Rosydi, selaku  ketua Pemuda Lira Sidoarjo, Selasa (13/01/2026).

Fahmi menjelaskan, pelaporan ini terkait tudingan dugaan penggelapan sejumlah anggaran proyek yang bersumber dari DD, yakni, proyek peningkatan lumbung desa, proyek pembangunan monumen gapuro batas desa, proyek perbaikan selokan Dusun Pajaran Utara, proyek perbaikan selokan Dusun Jabon, proyek perbaikan penahan jalan ke sawah Mlaten, proyek pembangunan gapuro dan pagar balai dusun.

"Dugaan kami total kerugian Negara berkisar Rp 370 juta," jelasnya.

Menurut Fahmi, sejumlah bukti dan dokumen disampaikan langsung kepada Kajari Sidoarjo, Ia berharap pihak Kejari Sidoarjo segera memproses laporan dugaan penggelapan dana desa yang mengarah pada tindak pidana korupsi yang telah disampaikanya.

"Harapan kami, laporan ini akan segera diproses," harapnya.

Sementara itu, sebelumnya  Sekretaris Desa (Sekdes) Mliriprowo, Aris Ridwan mengatakan jika dari tahun anggaran 2025 hingga di bulan Januari 2026 ini di Desa Mliriprowo tidak ada pelaksanaan kegiatan proyek fisik yang bersumber anggaran dari dana desa.

"Sampai sekarang juga belum ada mas, bahkan APBDes tahun 2026 saja belum bisa ditetapkan," katanya kepada Surabaya Pagi, Senin (12/1/2026).

Menurut Aris Ridwan, tidak adanya pelaksanaan kegiatan pembangunan proyek fisik di desanya pada tahun 2025 tersebut bukan kesengajaan dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Namun anggaran yang akan digunakan untuk membangun desanya itu diambil oleh Kepala Desa (Kades) Mamok Widodo.

"Ya bagaimana lagi mas, wong namanya atasan ya kami gak bisa apa-apa. Caranya di transfer, itupun atas permintaan pak Kades," ungkapnya.

Aris menuturkan, jika persoalan ini sebelumnya sudah mendapat peringatan dari pihak Kecamatan Tarik, akan tetapi hingga saat ini anggaran untuk pembangunan desa yang dibawa Kades Mamok Widodo tersebut belum dikembalikan ke rekening kas desa. 

"Pernah di sarankan pak Camat untuk segera dikembalikan, tapi ya gimana lagi wong faktanya  sekarang belum juga dikembalikan," tuturnya.

Terkait hal ini, Kades Mliriprowo, Mamok Widodo, saat dihubungi Surabaya Pagi, melalui telp. WhastsApp pribadinya menunjukan tanda berdering tapi tidak angkat. jum

Berita Terbaru

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama di sektor industri kulit dan peternakan sapi melalui kegiatan I…

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic b…

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.com,  Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat lebih dari seribu usulan masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Mus…

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Namun ba…

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Kenaikan harga barang berbahan plastik melonjak signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan harga disebut mencapai 40 h…

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Isu potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) imbas memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu keresahan di masyarakat.…