SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi program cek kesehatan gratis (CKG) baik pada pelajar maupun masyarakat umum.
Cek kesehatan dini tersebut ditargetkan pada 2025 menyasar sekitar 35 persen dari total penduduk Tulungagung yang mencapai 1,14 juta jiwa yang dirancang sebagai layanan pemeriksaan berjenjang yang diawali dengan skrining untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
"Capaian CKG secara umum saat ini berada di angka 24,41 persen. Kami terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung Aris Setiawan, Senin (19/01/2026).
Pasalnya dengan adanya pendekatan skrining secara bertahap memungkinkan tenaga kesehatan menelusuri akar masalah kesehatan secara lebih tepat sasaran. Dan apabila ditemukan indikasi gangguan, pemeriksaan lanjutan dilakukan sesuai kebutuhan medis pasien.
"CKG fokus pada deteksi dini gangguan kesehatan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," ujarnya.
Lebih lanjut, saat ini Dinkes Tulungagung terus memperluas jangkauan sosialisasi melalui puskesmas, kegiatan edukasi langsung di masyarakat, serta pemanfaatan media sosial agar pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat.
Adanya pencegahan dan deteksi dini tersebut juga menjadi kunci menjaga kualitas hidup masyarakat. Dan melalui penguatan sosialisasi tersebut, Dinkes Tulungagung optimistis capaian program CKG akan terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan preventif. tl-01/dsy
Editor : Redaksi