Lewat Penguatan Konservasi, Pemkot Batu Komitmen Jaga Kelestarian Umbul Gemulo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menjabarkan upaya konservasi di sumber mata air Umbul Gemulo di Balai Desa Bumiaji, Kota Batu. SP/ BTU
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menjabarkan upaya konservasi di sumber mata air Umbul Gemulo di Balai Desa Bumiaji, Kota Batu. SP/ BTU

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Melalui penguatan langkah konservasi dan tata kelola pengairan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, berkomitmen menjaga kelestarian sumber mata air Umbul Gemulo dengan melakukan pengalihan kartu inventaris barang atau KIB aset pemerintah daerah dengan luas sekitar 6 ribu meter persegi di kawasan sumber mata air Umbul Gemulo untuk fungsi konservasi.

"Ini bentuk komitmen dari pemerintah untuk menjadikan Umbul Gemulo sebagai kawasan tangkapan air dan area konservasi," kata Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Jumat (30/01/2026).

Diketahui, untuk area konservasi dari hasil pengalihan KIB membentang mulai dari Taman Kenanga hingga di depan kawasan Hotel Purnama. Area itu berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup.

Lantaran telah difungsikan sebagai area konservasi, maka pemanfaatannya hanya untuk pelestarian lingkungan dan ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga, melalui cara ini Pemkot Batu berupaya menjaga keberlanjutan eksistensi Umbul Gemulo agar bisa diwariskan dan dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Selain itu, upaya menjaga keberadaan sumber mata air Umbul Gemulo dipastikannya melibatkan peran masyarakat dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM).

Lebih lanjut, Heli menyampaikan, sudah menyelenggarakan pertemuan dengan HIPPAM pada hari ini guna membahas langkah strategis dalam upaya menjaga kelestarian sumber mata air di Kota Batu, termasuk Umbul Gemulo yang banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat. Sehingga, baik masyarakat maupun pengelola HIPPAM menyampaikan beberapa usulan, salah satunya pembelian lahan milik swasta di sekitar sumber mata air untuk menjaga fungsi kawasan sebagai area resapan air.

Pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut sebelum mengambil kebijakan ke depan. "Ini forum penting karena untuk mendengar langsung aspirasi. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci, kami ingin meninggalkan mata air bukan meninggalkan air mata," tutur dia. bt-01/dsy

Berita Terbaru

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Transisi hijau di Asia Tenggara dapat semakin berkembang ketika pilihan yang lebih ramah lingkungan juga menjadi lebih nyaman, mudah di…

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat udara atau avtur sebanyak 295.263 barel…

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan terhadap ekosistem…

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 11…

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Yunianto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan…

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Dugaan penganiayaan terhadap Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), KH M. Munir Thowil, dilaporkan ke Subdenpom V/2-3 Lamongan. Laporan i…