Petani Terdampak Banjir di Lamongan dapat Bantuan 1 Ton Bibit Padi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saar memberikan bantuan benih padi kepada petani terdampak banjir. Foto: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saar memberikan bantuan benih padi kepada petani terdampak banjir. Foto: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sektor pertanian warga Kabupaten Lamongan terdampak banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero, anak sungai Bengawan Solo. Melihat bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Timur berkomitmen menunjang kebutuhan petani dengan memberikan bantuan 1 ton bibit padi kepada petani yang terdampak banjir.

"Kita bekerja sama dengan BSIP untuk terus menunjang fasilitas pertanian di Lamongan karena potensi pertanian Lamongan sudah diakui nasional. Benih yang yang diberikan difokuskan kepada daerah yang terdampak banjir," kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyerahkan secara langsung 1 ton bantuan benih padi dari BSIP Jatim kepada Kelompok Tani (Poktan) Lamongan di Ruang Kerja Pendopo Lamongan pada Selasa (28/2/2023). Turut hadir pula untuk menyerahkan bantuan benih padi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Moch Wahyudi.

Benih padi dengan varietas Cakrabiana dan Inpari 32 ini diserahkan kepada lima Poktan di tiga kecamatan (Karanggeneng, Kalitengah, dan Laren) yang terdampak banjir.

Secara rinci, terdiri dari 800 kg benih padi Inpari 32 untuk Poktan Upoyo Bogo II Desa Tracal, Poktan Rame Gawe IV Desa Prijekngablak, Poktan Pangulir Budi Desa Durikulon dan Poktan Sidodadi Desa Pelangwot serta 200 kg benih padi Cakra Buana kepada Poktan Sumber Bahagia Desa Butungan.

“Ini merupakan tindak lanjut dari audiensi kami kemarin, dengan BSIP Jatim juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan. BSIP Jatim ini memberikan bantuan berupa 1 ton benih beras varietas Cakra Buana dan Inpari 32 untuk dapat dikembangkan dan berkontribusi dalam peningkatan produksi beras di Kabupaten Lamongan,” terangnya.

“Oleh Pemkab Lamongan, dipilih mana yang sekirannya sangat membutuhkan untuk diprioritaskan dan akhirnya kami serahkan hari ini untuk 5 kelompok tani di 3 kecamatan yang terdampak banjir,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pak Yes menyampaikan harapannya untuk dapat bekerjasama terkait pendampingan untuk petani Lamongan, untuk peningkatan produksi pertanian sampai dengan pasca panen.

“Sudah kami sampaikan juga terkait berbagai program seperti Tersapu Jagat (Ternak Sapi Usaha Jagung Meningkatkan) juga hal-hal yang diharapkan untuk dapat dikerjasamakan dengan BSIP Jatim. Alhamdulillah kemarin direncanakan akan ditempatkan program LKP (Layanan Konsultasi Padi) di Lamongan, yang nantinya difokuskan pada pengujian pupuk,” jelasnya.

Ia pun berharap, penyaluran benih padi ini akan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi kelompok-kelompok tani di Kabupaten Lamongan.

Selain itu, kerjasama yang dilakukan Lamongan dengan BSIP Jawa Timur memiliki tujuan utama untuk mempertahankan eksistensi Lamongan sebagai penyumbang terbesar produksi padi di Jawa Timur.

“Dimanfaatkan dengan baik benih padi ini, tidak banyak memang tapi harapannya dapat membantu mendorong peningkatan dan menjaga eksistensi Lamongan sebagai penyumbang terbesar produksi padi di Jawa Timur,” ujarnya.

Sebagai informasi, Lamongan memiliki predikat sebagai daerah lumbung pangan nasional karena menjadi daerah penyumbang beras terbesar di Jawa Timur dan masuk 5 besar produsen antar kabupaten di Indonesia dengan hasil produksi padi sebesar 1.161.660 ton pada tahun 2022.

Sementara itu, hingga kini banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero di Kabupaten Lamongan masih menggenangi ribuan rumah di enam kecamatan. Selain itu, banjir juga merendam area lahan pertanian warga dan tambak. Tak hanya itu, banjir juga berdampak pada fasilitas umum seperti jalan dan lembaga pendidikan hingga tempat ibadah. lmg

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…