Viral, Sepiring Mi Goreng di Terminal Purabaya Seharga Rp15 Ribu Tanpa Telor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar video. Sepiring mi goreng di Terminal Purabaya dibanderol Rp 25 ribu tanpa telor hingga viral di medsos. SP/ SBY
Tangkapan layar video. Sepiring mi goreng di Terminal Purabaya dibanderol Rp 25 ribu tanpa telor hingga viral di medsos. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) terkait aksi protes terhadap harga sepiring mi goreng yang dibanderol Rp15 ribu di di Depot Ilham Terminal Purabaya. Viralnya hal tersebut karena sepele yang dianggap 'menjebak' karena disajikan tanpa pendamping setia yakni telur.

Sorotan kian menjadi pro kontra setelah sebuah video amatir merekam kemarahan sang pelanggan yang tak terima dengan hal tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia membandingkan standar harga di Surabaya dengan daerah lain.

"Sesuai harga mi kau yang mana, gak bisa baca. Itu namanya kau ngejebak orang, mi goreng itu rata-rata pakai telur," semprot perempuan dalam video yang diunggahnya, Minggu (05/04/2026).

Menanggapi tudingan 'menjebak' itu, Masud (38), penjaga Depot Ilham yang telah melakoni profesinya selama 5 tahun membantah tudingan menjebak pelanggan karena harga dan jenis menu sudah tercantum dengan jelas tanpa keterangan tambahan telur. Ia menegaskan bahwa pihak warung tidak menyembunyikan informasi harga. Di daftar menu, mi goreng atau kuah memang tertulis Rp 15 ribu tanpa embel-embel telur. 

Padahal, menurutnya pelanggan yang datang bersama suaminya pada Jumat (03/04/2026) sore itu sebenarnya sudah melihat daftar harga sebelum memesan. Namun, pelanggan tiba-tiba emosi saat pesanan mendarat di mejanya. 

"Ini sampeyan lihat dulu ya. Itu kan udah jelas harganya. Dia minta mi goreng, ya saya bikinin. Lalu pas datang dia protes 'ini nggak ada telurnya? Masa mi Rp15 ribu nggak ada telurnya?'" ujar Masud menirukan ucapan sang pelanggan.

Masud menjelaskan, biasanya pelanggan lain yang menginginkan telur akan bertanya di awal. Namun, di warungnya memang tidak tersedia opsi tambahan telur. "Dia marah-marah mau diviralin, ya silakan. Tapi akhirnya tetap bayar," tambah Masud.

Lebih lanjut, bagi penjual, insiden ini menjadi pengalaman pertama selama bertahun-tahun berjualan di Terminal Purabaya dan cukup mengejutkan. Ia merasa tidak melakukan kesalahan karena sudah transparan dalam mencantumkan harga dan menu kepada pelanggan. "Pertama kali itu kejadian kayak begitu. Soalnya kan juga sudah tertulis, sudah jelas. Makanya saya berani suruh viralin, silakan. Kan posisi saya itu benar," pungkasnya mantap. sb-01/dsy

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…