Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu petani di Lumajang sedang memberikan pupuk di lahan sawah miliknya.  SP/ LMJ
Ilustrasi. Salah satu petani di Lumajang sedang memberikan pupuk di lahan sawah miliknya.  SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai upaya menghadapi tantangan musim kemarau pada Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen dengan menyiapkan strategi pertanian berbasis efisiensi air. Dan langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem di tengah tekanan perubahan iklim.

"Pertanian harus bergerak menuju sistem yang adaptif dan efisien, mulai dari penyesuaian pola tanam, pemilihan varietas tahan kekeringan, hingga optimalisasi penggunaan air," jelas Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Kamis (09/04/2026).

Pasalnya, perlindungan sektor pertanian dan penguatan tata kelola lingkungan menjadi pilar utama dalam strategi adaptasi menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026. Selain itu juga, mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode kemarau diperkirakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir tahun 2026, dengan potensi peningkatan intensitas kekeringan di sejumlah wilayah.

"Sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penyokong ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, pendekatan adaptasi tidak lagi bersifat konvensional, melainkan harus berbasis risiko, data iklim, dan inovasi. Kondisi itu menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memperkuat strategi mitigasi yang lebih terarah dan terukur," katanya.

Upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada optimalisasi jaringan irigasi, tetapi juga mencakup modernisasi sistem pertanian melalui pemanfaatan teknologi, seperti irigasi hemat air dan pengelolaan lahan berbasis efisiensi. Dengan pendekatan ini, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya air.

Sedangkan dari sisi lain, pengelolaan lingkungan diperkuat sebagai bagian integral dari strategi adaptasi. Pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi degradasi lahan, kebakaran hutan, serta penurunan kualitas ekosistem yang dapat memperburuk dampak kemarau. Menurutnya kebijakan itu tidak hanya responsif terhadap ancaman kemarau, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan, sehingga mampu menjaga produktivitas masyarakat sekaligus melindungi warisan lingkungan bagi generasi mendatang. lj-01/dsy

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…