SURABAYAPAGI.com, Magetan - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengakibatkan puluhan bangunan SD dan SMP di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat imbas diterjang. Sesuai data terdapat 171 SD dan SMP yang rusak ringan, sedang, dan berat.
Oleh karenanya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan tengah mengusulkan perbaikan bangunan ke Pemerintah Pusat dan sedang menunggu bantuan revitalisasi. Dan dikarenakan jumlah bangunan sekolah yang rusak cukup banyak, maka penanganan dilakukan bertahap sesuai prioritas, dengan rutin memperbarui data kondisi sarana prasarana melalui Dapodik agar bisa segera ditindaklanjuti.
Diketahui sebelumnya, pada tahun 2025 pemerintah pusat telah merealisasikan program rehabilitasi dan revitalisasi dari dana APBN untuk 14 SD dan dua SMP. Sementara untuk tahun 2026 pihaknya mengusulkan perbaikan sekitar 25 SD dan 15 SMP, namun masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat.
"Dari jumlah tersebut, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas. Perbaikan diusulkan untuk puluhan sekolah dengan kerusakan sedang hingga berat. Kita upayakan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi dari APBN atau pusat," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan Irawan, Selasa (14/04/2026).
Sementara terkait bangunan SDN 2 Bendo yang roboh karena sudah tua setelah hujan deras mengguyur Magetan kemarin, pihaknya bersama BPBD Magetan telah melakukan pendataan. Ia memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman untuk kegiatan belajar dan mengajar, karena yang roboh bukan bangunan kelas. Bangunan yang roboh merupakan gudang dan terpisah dari ruang kelas.
Dan hingga Senin siang proses pembersihan material bangunan di SDN 2 Bendo masih berlangsung. Pembersihan melibatkan petugas dari sekolah, Dinas Pendidikan, Koramil, Polsek, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. mg-01/dsy
Editor : Redaksi