SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mewujudkan Indonesia Net Zero Emission melalui Pertumbuhan Ekonomi Hijau dengan Skenario Pembangunan Rendah Karbon, diperlukan Komitmen dan kolaborasi multipihak untuk mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Penegasan ini kembali disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Pemprov Jatim, Dr. Iwan, S.Hut., M.M. terkait "Green Industry" saat dikunjungi senator Jatim terpilih, Dr. Lia Istifhama, M.E.I di ruangannya.
"Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membuat forum ""Green Industry" di tahun 2023, Pemprov Jatim mengundang hampir 1.500 orang untuk mengkampanyekan hal ini dan sekarang konsep green industry ini diadopsi secara nasional oleh pemerintah pusat untuk bisa diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia," terang pria kelahiran Jawa Barat ini.
Sebagai informasi, forum tersebut adalah Forum Industri Hijau Jatim yang dicetus oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Khofifah Indar Parawansa. Tepatnya di Graha Unesa Surabaya (28/7/2023) lalu.
Forum tersebutlah yang kini tengah ditindaklanjuti oleh Iwan. “Untuk memperlihatkan keseriusan, sampai saya tugaskan staff secara khusus untuk melakukan kajian normatif apakah salah konsep green industry ini, karena kekuatan Jawa Timur ada disitu, padahal perusahaan di Jatim sudah menerapkan green industry tapi baru ada 11 dari 300 perusahaan yang sudah mendapatkan Sertifikat Industri Hijau, apakah sulit untuk mendapatkan sertifikat ini padahal ini sudah menjadi isu dunia," imbuhnya.
Terpisah, usai kunjungan di kantor Disperindag Pemprov Jatim, ning Lia memberikan respon positif terhadap green industry ini.
"Ini adalah isu seksi yang perlu terus dikawal sampai di senayan, karena bicara green industry adalah sesuatu yang berkelanjutan dan sertifikat industri hijau yang diterbitkan Kementerian terkait menjadi salah satu indikator komitmen pemerintah dalam mengawal green industry nasional," tutur Anggota DPD RI terpilih ini. rko
Editor : Desy Ayu