Padukan Tradisi dan Konsep Ramah Lingkungan, Jajanan Desa Pagerukir Ponorogo Siap Mendunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bersama masyarakat PKM Unesa melakukan inovasi terhadap sejumlah jajanan Pasar Pagerukir agar lebih ramah lingkungan. 
Bersama masyarakat PKM Unesa melakukan inovasi terhadap sejumlah jajanan Pasar Pagerukir agar lebih ramah lingkungan. 

i

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pasar Jenar yang terletak di Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, bersiap naik kelas. Jajanan tradisional yang selama ini dijajakan secara konvensional, kini tengah didorong untuk menjadi produk wisata kuliner unggulan yang bernilai jual tinggi.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui program pendampingan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Program ini berfokus pada pengembangan jajanan tradisional berbasis pangan lokal demi memperkuat daya tarik wisata kuliner di desa tersebut.

 

Program pengabdian ini mengusung judul resmi “Pengembangan Jajanan Tradisional Berbasis Pangan Lokal sebagai Penguatan Wisata Kuliner Pasar Jenar di Desa Pagerukir, Kabupaten Ponorogo” dengan sasaran utama para pelaku usaha kuliner tradisional yang aktif di Pasar Jenar.

 

Ketua Tim PKM UNESA, Aulia Bayu Yushila, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada pengembangan dua produk utama, yaitu bongko berbahan dasar pisang dan talam berbahan dasar ubi.

 

Pemilihan kedua produk ini bukan tanpa alasan. Pisang dan ubi merupakan komoditas pertanian lokal yang sangat melimpah di Desa Pagerukir.

 

“Pisang dan ubi merupakan hasil pertanian yang banyak dihasilkan masyarakat Desa Pagerukir. Melalui program ini, kami ingin mendorong agar pangan lokal tersebut memiliki nilai tambah dan dapat berkembang menjadi produk unggulan wisata kuliner desa,” ujarnya, Minggu (17/05/2026).

 

Dalam pelaksanaannya, tim PKM UNESA tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng sejumlah mitra strategis, mulai dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Desa Pagerukir, hingga Pakiwan Art Space.

 

Tim memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada para pelaku usaha. Materi yang diberikan komprehensif, meliputi penyusunan resep standar, teknik pengolahan pangan yang higienis, hingga inovasi penyajian dengan memanfaatkan bahan alami.

 

Selama ini, para pedagang di Pasar Jenar masih menghadapi sejumlah kendala klasik yang membuat produk mereka sulit bersaing di pasar wisata yang lebih luas.

Beberapa kendala tersebut di antaranya belum adanya standar resep yang baku sehingga kualitas dan rasa produk belum konsisten teknik pengolahan yang masih konvensional, serta penggunaan kemasan plastik sederhana yang kurang menarik secara estetika.

 

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim PKM UNESA memperkenalkan resep standar untuk bongko dan talam agar rasa, tekstur, dan tampilan produk menjadi lebih seragam. Higienitas dan keamanan pangan juga menjadi materi krusial demi meningkatkan kepercayaan wisatawan.

 

Menariknya, tim pengabdian juga mengedukasi warga untuk beralih dari kemasan plastik ke inovasi kemasan non-plastik yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika tinggi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas Pasar Jenar sebagai destinasi wisata kuliner berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.

 

“Kami berharap pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk yang lebih menarik, tetapi juga memahami pentingnya kualitas, higienitas, dan kemasan dalam meningkatkan daya tarik wisata kuliner,” tambah Aulia.

 

Keberhasilan program ini didukung oleh keterlibatan para dosen UNESA dari lintas bidang keahlian, antara lain Dr. Sri Handajani, Febriani Lukitasari, Ratna Palupi Nurfatimah, dan Novia Tesalonika Amanda Rerung.

 

Kehadiran program ini pun disambut hangat oleh para pedagang setempat. Salah satu pelaku usaha di Pasar Jenar mengaku sangat antusias karena pelatihan ini membuka mata mereka tentang cara meningkatkan kualitas produk tanpa menghilangkan cita rasa asli tradisional.

 

“Selama ini kami membuat jajanan berdasarkan kebiasaan saja. Setelah mendapatkan pelatihan, kami jadi lebih paham tentang standar resep, penyajian produk, dan cara pengemasan yang lebih menarik,” ungkap Poniran salah seorang pelaku usaha yang menjadi peserta.

 

Selain berdampak langsung pada ekonomi warga, program PKM ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SDG 11 (komunitas berkelanjutan), serta SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

 

Melalui sinergi kuat ini, Tim PKM UNESA berharap jajanan tradisional dari Desa Pagerukir Ponorogo ini tidak sekadar menjadi konsumsi lokal, melainkan mampu melejit sebagai identitas wisata kuliner yang menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. roh

Tag :

Berita Terbaru

83 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan, Operasional Berjalan Lancar

83 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan, Operasional Berjalan Lancar

Minggu, 17 Mei 2026 17:44 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-27 berjalan tertib, aman, dan l…

Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Serukan Perdamaian Dunia dari Surabaya

Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Serukan Perdamaian Dunia dari Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 17:40 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU …

Rupiah Rp17.602 per Dolar, Warning Bahaya untuk Negeri

Rupiah Rp17.602 per Dolar, Warning Bahaya untuk Negeri

Minggu, 17 Mei 2026 17:36 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Sulistyono, mengingatkan melemahnya rupiah hingga Rp17.602 per dolar AS menjadi warning serius bagi e…

Pelantikan PAC PDIP Kota Madiun, Kanang Tekankan “Jas Merah” dan Politik Humanis  ‎

Pelantikan PAC PDIP Kota Madiun, Kanang Tekankan “Jas Merah” dan Politik Humanis ‎

Minggu, 17 Mei 2026 17:34 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:34 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar musyawarah anak cabang (Musancab) sekaligus melantik 27 pengurus ti…

Warga Antusias Cek Kesehatan  Gratis Puskesmas Porong di Arena CFD

Warga Antusias Cek Kesehatan  Gratis Puskesmas Porong di Arena CFD

Minggu, 17 Mei 2026 16:52 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi magnet tersendiri dalam gelaran Car Free Day (CFD) Sidoarjo, Minggu pagi…

Sekam Padi Disulap Jadi Produk Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Tembus Pasar Global

Sekam Padi Disulap Jadi Produk Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Tembus Pasar Global

Minggu, 17 Mei 2026 15:42 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Polres Gresik berhasil menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui pembinaan…