Isu Transparansi BUMD Jatim Menguat, Audit PJU Diminta Segera Dilakukan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah (Sekda) untuk merombak jajaran direksi sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menuai kritik. Kebijakan tersebut dinilai tidak tepat sasaran dan berpotensi mengaburkan persoalan utama dalam tata kelola perusahaan daerah.

Sorotan publik justru mengarah pada PT Petrogas Jatim Utama (PJU) yang selama ini kerap terseret polemik hukum, termasuk di sejumlah anak usahanya. Namun, BUMD tersebut dinilai belum menjadi prioritas pembenahan.

Di sisi lain, rencana perombakan justru menyasar PT Panca Wira Usaha (PWU) dan PT Jatim Grha Utama (JGU).

Ketua KCB Jatim, Holik Ferdiansyah, menilai langkah tersebut tidak menyentuh akar persoalan, yakni transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan BUMD.

“Persoalan utama BUMD Jawa Timur hari ini adalah transparansi dan akuntabilitas. Yang paling mencolok justru terjadi di PT PJU. Bagaimana mungkin perputaran dana ratusan miliar rupiah hanya menghasilkan setoran dividen sekitar Rp34 miliar?” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait pengelolaan keuangan perusahaan daerah, termasuk kejelasan aliran dana serta pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan internal.

Holik juga mengungkap adanya dugaan kebijakan yang menghambat optimalisasi setoran dividen ke kas daerah, yakni melalui penempatan dana perusahaan dalam instrumen deposito perbankan.

“Jika benar terdapat kebijakan menahan setoran dan menempatkan dana dalam deposito yang membuka ruang praktik kickback, maka ini sudah masuk kategori penyimpangan serius. Ini bukan sekadar soal kinerja, tetapi potensi pelanggaran tata kelola keuangan daerah,” tegasnya.

Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Perekonomian untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap PT PJU, termasuk menelusuri aliran dana dan kebijakan pengelolaannya.

Selain itu, KCB Jatim meminta agar seluruh potensi dividen BUMD dapat disetorkan secara maksimal ke kas daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“BUMD adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaannya harus transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik, bukan menjadi ruang abu-abu yang rawan disalahgunakan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, jika pembenahan tidak menyasar persoalan utama, maka publik berpotensi mempertanyakan arah kebijakan tersebut.

“Apakah ini benar langkah perbaikan, atau justru upaya mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih besar,” pungkasnya.

Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…