SURABAYAPAGI.com, Malang - Melalui program skrining TBC dengan Mobile X-Ray, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur menggencarkan deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien tuberkulosis (TBC), untuk mempercepat proses pelacakan dan penanganan pasien TBC baru.
"Kami melaksanakan deteksi dini, skriningnya dilakukan kepada kontak erat dan yang eligible (memenuhi syarat mendapatkan penanganan), di antaranya pasien diabetes melitus, anak berusia lebih dari tiga tahun dalam kondisi gizi buruk, hingga warga yang tinggal satu rumah dengan pasien tuberkulosis," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar, Kamis (04/06/2026).
Diketahui, untuk deteksi dini TBC diselenggarakan setiap Senin hingga Jumat dan secara bergantian menyasar kelurahan di lima wilayah kecamatan se-Kota Malang. Program tersebut diselenggarakan di wilayah Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dan ditargetkan deteksi dini kesehatan per harinya berupa foto rontgen thoraks mampu menjangkau 200 orang.
Diharapkan melalui langkah dari Dinkes menjadi bagian mencegah pertumbuhan kasus TBC di Kota Malang. Pasalnya, sejak Januari hingga Mei 2026, di daerah tersebut tercatat 925 orang dinyatakan positif tuberkulosis dengan rentang usia mulai dari balita hingga lansia.
Sementara itu, untuk pengobatan kepada pasien TBC umumnya berjalan hingga enam bulan, tetapi apabila penderita penyakit itu memiliki kondisi tertentu, seperti resisten terhadap obat, prosesnya bisa berjalan lebih lama.
Oleh karenanya, sebagai pencegahan penularan maupun tertular TBC, instansi terkait mengimbau agar masyarakat senantiasa menggunakan masker, mematuhi etika batuk, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta orang tua perlu disiplin mengikutsertakan anak dalam program imunisasi. ml-02/dsy
Editor : Redaksi