SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktorat Jenderal Pajak sempat tak akur. Hal ini disebabkan karena budaya kerja internal atau masing-masing direktorat di Kemenkeu memang tidak seirama.
Seorang pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dihubungi Rabu (17/6) membenarkan hubungannya dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pernah mengalami ketidakharmonisan atau kesulitan dalam bekerja sama. Hal ini disebabkan oleh adanya ego sektoral atau budaya kerja yang berjalan sendiri-sendiri di lingkungan internal Kementerian Keuangan.
Pejabat ini memberi conton kejadian kedua instansi sering berjalan sendiri-sendiri dan enggan melakukan sinkronisasi serta harmonisasi data. Akibatnya, potensi pajak dari barang-barang yang keluar-masuk melalui kepabeanan sering kali luput atau tidak tercatat secara optimal di sistem perpajakan.
Juga pada beberapa kasus penindakan korupsi dan suap terkait importasi barang, celah dalam pelaporan terjadi karena data dan kewajiban korporasi (antara bea masuk dan pajak) tidak tertata dan terintegrasi dengan baik.
Sekarang Bisa Dibereskan
Purbaya menyebut ada sekat, sehingga berjalan sendiri-sendiri. Kondisi itu memang diakui membuat antar direktorat sulit bekerja sama.
"Misalnya dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi, kita dorong itu supaya kerja samanya bagus," kata dia di DPR RI, Jakarta, Senin.
Kondisi itu yang terus dibereskan oleh bendahara negara itu. Ia memastikan kinerja internal Kemenkeu akan lebih cepat dan bersinergi ke depannya.
"Dulu kan banyak silo-silo, sekarang kita buka silo-silo itu agar direktorat bekerja lebih cepat," terangnya.
Ia mencontohkan lagi, misalnya saat perpindahan pegawai dari direktorat ke direktorat lainnya saja sebelumnya sulit karena berbeda budaya itu.
"Kasus (misalnya) perpindahan antar pegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, susah banget, karena masing-masing punya sendiri silo-silo. Padahal satu tempat lebih banyak kebanyakan orang," ujarnya.
Kemenkeu Menjadi Lebih Lincah
Dengan pembenahan yang dilakukan, Purbaya meyakini Kemenkeu kini menjadi lebih lincah (agile) dibanding beberapa tahun lalu.
"Sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi, sudah tidak seperti dulu lagi," pungkasnya.n erc, jk, rmc
Editor : Redaksi