SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sebagai salah satu langkah strategis mengembangkan potensi pariwisata di daerah, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi setempat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) setempat mengoptimalkan tata kelola objek wisata di kawasan hutan kawasan yang dilakukan secara intensif berkoordinasi dengan sejumlah instansi, di antaranya Bakorwil Madiun, Cabang Dinas Kehutanan, hingga Perum Perhutani.
"Kolaborasi dengan lintas sektor tersebut menjadi kunci pengembangan destinasi wisata hutan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Langkah strategis ini dilakukan guna menggali informasi mendalam, mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan, sekaligus merumuskan solusi nyata terkait pengelolaan wisata di wilayah kerja Perum Perhutani," ujar Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih, Minggu (28/06/2026).
Sementara itu, saat ini terdapat sejumlah hal yang menjadi fokus dalam pengoptimalan tata kelola tempat wisata di kawasan hutan. Di antaranya, aspek legalitas kerja sama pengelolaan, penguatan aspek kelembagaan dan perizinan, pengembangan atraksi wisata, pelestarian lingkungan dan konservasi kawasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Sehingga, pihaknya berharap agar sinergi antara Disparpora Ngawi, Bakorwil Madiun, UPT Kehutanan Jatim, Perhutani, dan pengelola wisata hutan tersebut dapat menciptakan tata kelola destinasi wisata yang berkelanjutan, aman, nyaman, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pasalnya, wilayah Kabupaten Ngawi memiliki sejumlah tempat wisata yang dikembangkan di kawasan hutan yang masuk wilayah kerja Perhutani KPH Ngawi, di antaranya Wisata Selondo Ngawi dan Wisata Sumber Nogo.
Kedua objek wisata hutan tersebut terletak di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Destinasi tersebut berupa wisata alam hutan yang terdapat bumi perkemahan, area outbond, dan kolam renang alami sehingga menarik dikunjungi wisatawan. ng-02/dsy
Editor : Redaksi