Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup K-Pop di Korea Selatan dijerat dengan hukuman beragam mulai dari denda hingga 3 tahun penjara atau denda hingga 30 juta won (Rp 350 juta)

Hal ini diumumkan BIGHIT MUSIC lewat sebuah pernyataan panjang pada Senin (29/6/2026).

Membuka keterangan resminya, manajemen kembali menegaskan akan menindak segala bentuk tindakan yang membahayakan artis mereka.

Kasus sasaeng yang melanggar privasi member BTS ini pertama kali diungkap pada kuarter pertama 2026. Pelaku didakwa melanggar Undang-Undang Hukuman Penguntitan dan masuk wilayah milik orang lain tanpa izin.

"Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk terdakwa yang memasuki kediaman seorang member tanpa izin dan berulang kali melakukan tindakan penguntitan. Terdakwa menjalani persidangan pidana sambil ditahan di pusat penahanan selama kurang lebih tiga bulan, dan pengadilan, menyadari keseriusan pelanggaran tersebut, menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun kepada terdakwa," kata BIGHIT MUSIC.

Manajemen kemudian kembali memperingatkan publik untuk gak melakukan tindakan yang membahayakan dan merugikan artis mereka. Sebab agensi gak akan ragu buat menindak mereka tanpa keringanan.

BIGHIT MUSIC juga gak pandang kewarganegaraan dalam menindak sasaeng. Pelaku asal Korea Selatan atau luar negeri akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Jika warga negara asing menerima hukuman pidana atas kejahatan masuk tanpa izin dan penguntitan, pelaku dapat dideportasi secara paksa ke negara asalnya dan dapat dikenakan larangan masuk ke Korea Selatan," tegas BIGHIT MUSIC lagi.

Sasaeng bukan hal baru di dunia K-Pop. Sejak popularitas bintang pop Korea Selatan ini meledak di akhir 1900-an hingga awal tahun 2000-an, istilah sasaeng juga jadi populer.

Sasaeng bukan fans. Dia adalah oknum yang terobsesi dengan artis tertentu dan kerap melakukan tindakan invasif, mengganggu (artis dan orang-orang yang ada di orbit mereka atau tempat tinggal mereka), hingga merusak.

Spesifik ke kasus BTS ini, BIGHIT MUSIC menemukan sasaeng yang berkeliaran di sekitar kediaman para member. Mereka juga memata-matai dan menunggu kemunculan artis hingga meninggalkan kado buat mereka secara langsung di lokasi.

"Ini bukan ungkapan ketertarikan, ini berbahaya dan melanggar pidana. Semua pendekatan ilegal yang dilakukan dengan dalih menyampaikan perasaan pribadi kepada artis akan ditindak secara hukum dengan tegas," tutup agensi. n rtr, dna

Tag :

Berita Terbaru

IWAPI Jatim perkuat UMKM untuk ketahanan Perekonomian Keluarga

IWAPI Jatim perkuat UMKM untuk ketahanan Perekonomian Keluarga

Jumat, 25 Sep 2026 06:00 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 06:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA : Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur mendorong pengusaha perempuan menjaga keberlangsungan usaha sebagai bagian…

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…