Arca Joko Dolog, Sebuah Prasasti yang Mengajarkan Cara Menghargai Perbedaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Arca Joko Dolog (tengah) orang sembahyang (kiri). SP/Athayamoch
Arca Joko Dolog (tengah) orang sembahyang (kiri). SP/Athayamoch

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di tengah keramaian kota Surabaya serta di antara perkembangan zaman yang semakin cepat, berdiri sebuah patung prasasti kuno berbentuk Buddha Aksobhya yang sedang duduk bersila dengan kepala gundul serta tangan kiri di atas pangkuan dan tangan kanan bersikap Bhumiparsa mudra, yang banyak orang surabaya dikenal sebagai Arca Joko Dolog. Patung ini terletak di tengah kota Surabaya lebih tepatnya pada jalan Jl. Taman Apsari, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng. 

Kali ini saya berkesempatan untuk meliput serta bertanya langsung dengan juru kunci Arca Joko Dolog, beliau bernama Pak Arif atau lebih sering di panggil Romo Arif. Di sini saya menanyakan banyak hal tentang Arca Joko Dolog, terutama tentang sejarah arca ini, siapa saja yang boleh mengunjungi arca ini, dan mengapa arca ini di rawat serta masih di jaga hingga sekarang, serta bagaimana cara arca ini menyatukan umat beragama yang ada.

Romo Arif bercerita bahwa Arca Joko Dolog ini berasal dari tahun 1289 masehi atau era kerajaan Singasari denga raja terakhir, Raja Kertanegara dan arca ini merupakan perwujudan dari Raja Kertanegara itu sendiri.  Arca ini di temukan di daerah Trowulan oleh bangsa Belanda, awalnya arca ini akan dibawa ke Belanda namun arca ini malah berhenti di Surabaya.

Romo Arif berkata bahwa arca ini enggan untuk di bawa ke Belanda, karena setiap akan di bawa ke Belanda, perjalanan akan selalu terhenti. ”Iya mas arca ini enggan berangkat kesana, soalnya setiap di bawa kesana selau tidak jalan, ada saja halanganya” Ucap Romo Arif saat di wawancarai, Selasa (30/06/2026).

Akhirnya arca ini di letakan di daerah Taman Apsari tersebut. Setelah Romo bercerita, saya pun bertanya ke Romo tentang siapa saja yang boleh datang bekunjung di Arca Joko Dolog ini. Romo menjawab dengan santun bahwa arca ini dapat di kunjungi oleh siapapun tanpa mengenal agama dan asal mereka karena arca ini tidak mengenal perbedaan. Bagi siapapun yang mau hadir, dipersilahkan untuk hadir dan bagi yang ingin belajar, dipersilahkan datang untuk belajar akan sejarah arca ini. Karena pada dasarnya arca in adalah tempat belajar sejarah serta tempat beribadah bagi umat beragama yang memang ingin beribadah disana.

Saya sempat mengelilngi arca tersbut sebentar, lalu saya kembali ke Romo untuk bertanya “Romo, arca ini dan sekitarnya bersih dan rapi ya, kenapa arca ini begitu di rawat, serta ada abdi dalemnya?”, kemudian Romo menjawab “inggih mas, arca ini salah satu peninggalan sejarah bangsa kita serta peninggalan leluhur kita, eloknya kita menjaga dan merawat arca tersebut dan arca ini juga menjadi simbol ragam budaya dan agama yang ada pada bangsa kita”.

Romo Arif pun berkata, bahwa abdi dalem yang ada untuk membantu nya serta rekan rekan untuk merawat dan menjaga arca tersebut. Setelah Romo bercerita tentang alasan Arca Joko Dolog di rawat serta di jaga, saya pun berpikir bahwa apa yang Romo Arif katakan itu benar. Tak lama setelah itu saya melihat banyak orang yang datang ke Arca Joko Dolog dari berbagai agama. 

Kemudian saya penasaran, bagaimana arca ini dapat menyatukan umat beragama dengan begitu menghargai satu sama lain walaupun tau, bahwa kepercayaan satu sama lain itu berbeda. Romo hanya berkata bahwa bagaimana cara arca ini menyatukan dengan menerima semua budaya dan agama serta menghargai satu sama lain, siapapun yang datang ke arca ini dengan tujuanya masing masing di terima baik oleh arca ini sehingga tercipta kedamaian serta hadirnya menghargai sesama manusia. Athayamoch

Berita Terbaru

Tiket Pesawat, Ditoleransi Pemerintah, Naik Maksimal 40%

Tiket Pesawat, Ditoleransi Pemerintah, Naik Maksimal 40%

Kamis, 03 Sep 2026 06:17 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:17 WIB

SURABAYAPAGI.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan besaran biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge y…

Aktor Intelektual Peristiwa Kerusuhan 27 Agustus, Dikejar

Aktor Intelektual Peristiwa Kerusuhan 27 Agustus, Dikejar

Kamis, 03 Sep 2026 06:15 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:15 WIB

SURABAYAPAGI.com – Saat ini, aktor intelektual dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi di sekitar gedung DPR dan beberapa wilayah di Jakarta pada 27 Agustus 2…

KPK Anggap Bea Cukai Seolah Angin lalu Pencegahan Korupsi

KPK Anggap Bea Cukai Seolah Angin lalu Pencegahan Korupsi

Kamis, 03 Sep 2026 06:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:13 WIB

SURABAYAPAGI.com – Jaksa KPK saat memberikan pernyataan pembuka atau opening statement, ungkap dugaan suap membuat pencegahan korupsi yang dilakukan KPK ke b…

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…