Terancam Gulung Tikar, Biaya Produksi Naik Tapi Harga Ayam Broiler Merosot di Ngawi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu peternak ayam pedaging (Broiler). SP/ NGW
Ilustrasi. Salah satu peternak ayam pedaging (Broiler). SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pasca anjloknya harga telur, kini giliran peternak ayam pedaging (broiler) di Ngawi juga bernasib sama dan terancam gulung tikar. Pasalnya, harga ayam hidup di tingkat peternak merosot tajam dalam dua bulan terakhir, sementara biaya produksi terus merangkak naik. Anjloknya harga ayam hidup membuat peternak tidak lagi menikmati keuntungan dari setiap masa panen.

Diketahui, harga ayam hidup yang sebelumnya mencapai Rp21 ribu per kilogram kini hanya dihargai sekitar Rp15 ribu per kilogram yang kini dialami peternak di Desa Gelung, Kecamatan Paron. Penurunan hingga Rp6 ribu per kilogram tersebut membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi. Tentu saja, pendapatan yang diperoleh bahkan dinilai tidak cukup untuk menutup biaya pemeliharaan.

Jika kondisi itu terus berlangsung, banyak peternak diperkirakan tidak mampu mempertahankan usahanya. Bahkan, kesulitan peternak semakin bertambah karena biaya produksi tidak ikut turun. Harga pakan naik dari sekitar Rp408 ribu menjadi Rp465 ribu per sak isi 50 kilogram. Sementara harga vaksin juga disebut meningkat hingga tiga kali lipat.

"Susah jadi peternak. Dulu harga ayam masih Rp21 ribu per kilogram, sekarang tinggal Rp15 ribu. Belum lagi harga pakan naik. Kalau terus seperti ini, kami bisa gulung tikar," jelas, Sajad, peternak ayam broiler di Desa Gelung, Minggu (12/07/2026).

Kenaikan biaya tersebut membuat beban usaha semakin berat. Meski harga jual ayam terus merosot, peternak tetap harus membeli pakan dan vaksin dengan harga yang lebih mahal agar ternaknya tetap tumbuh dan terhindar dari penyakit. Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga ayam dan telur di tingkat peternak. 

Selain itu, mereka juga meminta perhatian terhadap tingginya harga pakan dan vaksin yang dinilai menjadi penyebab utama membengkaknya biaya produksi. Pasalnya, tanpa kebijakan yang berpihak kepada peternak rakyat, mereka khawatir semakin banyak kandang yang terpaksa tutup dan usaha peternakan rakyat perlahan menghilang. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg

Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg

Minggu, 12 Jul 2026 15:37 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dipicu meningkatnya harga gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) di tingkat petani, membuat harga beras premium…

Viral dan Unik! Peternak Magetan Tolak Tawaran Rp1 Miliar demi Sapi Bermata Tiga

Viral dan Unik! Peternak Magetan Tolak Tawaran Rp1 Miliar demi Sapi Bermata Tiga

Minggu, 12 Jul 2026 15:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini warga di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dihebohkan dengan lahirnya seekor anak sapi…

Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Minggu, 12 Jul 2026 14:37 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Para pedagang alat tulis kian sumringah menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Pasalnya, di momen tersebut para orang tua bersama…

Lindungi Data dan Layanan Publik, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Siber

Lindungi Data dan Layanan Publik, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Siber

Minggu, 12 Jul 2026 14:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai salah satu langkah strategis untuk perlindungan sistem layanan digital pemerintah di tengah meningkatnya ancaman serangan…

GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun  ‎

GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun ‎

Minggu, 12 Jul 2026 14:16 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegagalan Pemerintah Kota Madiun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai menjadi sin…

Masuki Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam di Tulungagung Melonjak

Masuki Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam di Tulungagung Melonjak

Minggu, 12 Jul 2026 12:50 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menjelang berakhirnya masa libur sekolah dan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, sejumlah toko seragam sekolah di Kabupaten…