SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sering hilangnya fasilitas umum milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat telah menempuh jalur hukum atas pencurian 45 fasilitas umum aset Pemerintah Kota Surabaya serta menyiapkan hadiah Rp300 ribu bagi warga yang melaporkan pelaku. Pasalnya, akhir-akhir ini aksi pencurian fasilitas umum di Kota Surabaya kian memprihatinkan.
Tidak hanya pagar pembatas jalan dan tiang penerangan jalan (PJU) yang raib, kini kursi-kursi besi yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di taman kota dan jalur pedestrian juga menjadi sasaran pencurian. Dari total 220 kursi yang telah dipasang di berbagai ruang publik hingga 2026, sekitar 45 kursi dilaporkan hilang, meski sebagian di antaranya berhasil ditemukan kembali.
Padahal, kursi-kursi tersebut merupakan fasilitas yang disediakan khusus untuk kenyamanan masyarakat. Keberadaannya ditujukan agar warga yang sedang berjalan kaki, berolahraga, maupun menikmati ruang terbuka hijau dapat beristirahat sejenak. Namun, fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah itu justru menjadi sasaran tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
"Memang kursi-kursi itu kami siapkan untuk warga. Kursi yang ada di taman maupun area pedestrian disediakan agar masyarakat yang sedang berjalan-jalan dan merasa lelah bisa beristirahat sejenak," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya M Fikser, Selasa (04/08/2026).
Menurut dia, setiap kali aset pemerintah ditemukan, DLH langsung menempuh jalur hukum. Salah satunya ketika dua kursi besi berlogo Pemkot Surabaya ditemukan di sebuah lapak barang bekas di Jalan Kaliwaron. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Gubeng karena kursi tersebut merupakan aset resmi Pemerintah Kota Surabaya yang tercatat di DLH.
Bahkan, DLH tidak hanya melaporkan kehilangan, tetapi juga ikut menghadiri persidangan ketika kasus pencurian aset pemerintah diproses di pengadilan. Selain mengedepankan langkah hukum, DLH melakukan berbagai upaya pencegahan agar kursi-kursi tersebut tidak mudah dicuri. Selain itu, di kawasan Kota Lama, pemasangan CCTV terus dioptimalkan, tidak hanya untuk memantau aktivitas masyarakat, tetapi juga mengamankan aset pemerintah. sb-03/dsy
Editor : Redaksi