SURABAYAPAGI.com - Penggerebekan di lokasi kasino di Nine Stage Lounge and Bar, Ruko Nagoya Indah Blok B2 Nomor 9, Batu Selicin, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berlangsung mencekam.
Bareskrim Polri yang menggerebek aktivitas perjudian jenis kasino itu kerahkan pulihan brimob bersenjata lengkap. Kontributor Surabaya Pagi di Batam Saiful Bahri melaporkan ada ratusan pria, wanita, tua- muda, digelendeng keluar dari gedung Nine Stage Lounge and Bar, Ruko Nagoya Indah Blok B2 Nomor 9, Batu Selicin, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Terdapat puluhan pria wanita muda berkaos merah ikut digelendeng. Mereka adalah pegawai kasino.
Dalam penggerebekan tersebut, ratusan orang diamankan dan duit miliaran disita. Penggerebekan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 malam. Tempat kasino tersebut digerebek setelah penyelidikan selama 2 hingga 3 bulan.
“Penindakan ini berawal bukan hanya dari informasi masyarakat saja, tapi juga informasi dari rekan-rekan saya yang ada di Batam, dari media. Kemudian kita mengambil satu langkah untuk melakukan penggerebekan atau penindakan aktivitas perjudian jenis casino,” kata Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin di Polresta Barelang, Senin (17/8/2026).
Sita Uang Rp 7 miliar dan Chip
Selain mengamankan para pelaku, Bareskrim juga menyita tiga brankas berisi uang sekitar Rp 7 miliar dan uang tunai dari aktivitas penukaran chip sebesar Rp500 juta.
“Tim juga mengamankan uang tunai lainnya senilai Rp297.213.000. Dengan demikian, total uang tunai yang diamankan dalam penggerebekan tersebut mencapai sekitar Rp 7,79 miliar,” imbuhnya.
Sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas perjudian juga disita, meliputi 16 mesin tembak atau bubble, 54 mesin skater, 22 mesin mahyong, satu mesin dadu, serta 14 mesin tembak ikan.
Nunung mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 197 orang yang diamankan. Penyidik juga akan mendalami peran masing-masing pihak dalam aktivitas perjudian tersebut, termasuk bandar.
Wali Kota Batam agak Malu
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meski agak malu atas penyegelan sejumlah tempat hiburan malam (THM), masih berkomentar. Amsakar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penindakan dan informasi resmi dari jajaran kepolisian sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Saya pikir ini biar rekan-rekan kita dari kepolisian yang menjawabnya,” kata Amsakar usai Upacara HUT Ke-81 RI di Batam, Senin (17/8/2026).
Amsakar berjanji akan menindaklanjuti hasil temuan aparat penegak hukum. Namun, itu dilakukannya setelah seluruh proses disampaikan secara resmi. “Ya, seperti apa ending-nya dari temuan yang dilakukan jajaran kepolisian, Bareskrim dan tim, pasti akan diinformasikan kepada kita. Kita akan follow up itu,” ujarnya.
Namun, untuk saat ini Amsakar menilai polisi merupakan pihak yang paling berkompeten memberikan penjelasan terkait penindakan tersebut. “Tapi untuk saat ini yang paling kompeten menginformasikan ini dari jajaran kepolisian,” katanya. sb/btm/jk/dna
Editor : Redaksi