SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka memeriahkan acara "Madiun Menari 2026" yang melibatkan sekitar 5.000 penari dari berbagai unsur masyarakat mulai pelajar, seniman, guru, ASN, PKK, pegawai, hingga masyarakat umum, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya Tari Beksan Parisuko dalam gelaran tersebut.
Kegiatan Madiun Menari 2026 yang baru pertama kali digelar ini lahir dari aspirasi masyarakat dan pelaku seni yang menginginkan adanya ruang bersama untuk mengenalkan budaya lokal, yakni Tari Beksan Parisuko secara luas. Dimana, Pemkot hadir sebagai fasilitator agar gagasan tersebut dapat diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif daerah.
"Madiun Menari ini bukan acara pemerintah untuk rakyat. Ini gerakan rakyat untuk kotanya. Tahun ini mengusung tema Satu Kota, Satu Gerak, Satu Irama," ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Minggu (30/08/2026).
Lebih lanjut, ia menilai gerakan budaya tidak cukup dengan menampilkan kesenian dalam sebuah acara. Budaya harus dikenalkan, dipelajari, dicintai, dan diwariskan, sehingga terus hidup di tengah masyarakat. Sehingga, melalui Madiun Menari, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga dan bergerak dalam tarian budaya secara langsung.
Adapun Tari Beksan Parisuko merupakan tarian ciptaan seniman Kota Madiun. Tarian tersebut mencerminkan keindahan, kesuburan, rasa syukur kepada Sang Pencipta, kehalusan budi pekerti, kesopanan, serta keselarasan hidup antara manusia dengan alam dan lingkungan. Harapannya semangat tersebut dapat diteruskan melalui sekolah, sanggar seni, komunitas, keluarga, dan berbagai ruang kreatif lainnya.
Guna menjaga kenyamanan ruang publik, kawasan Spectra Night tidak diperuntukkan bagi aktivitas berjualan. Pemerintah Kota Madiun telah menyiapkan ruang berjualan bagi pelaku UMKM dan pedagang di sejumlah titik, seperti di Lapangan Gulun, Bundaran Taman, dan titik-titik lainnya. "Spectra Night akan menjadi ruang bersama yang hidup, aman, tertib, dan sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat," kata Bagus. md-01/dsy
Editor : Redaksi