Usai 730 Santri Ponpes Manba’ul, Kemarin 256 siswa dan guru SMPN 1 Jombang, Ganti Keracunan

ANGGARAN MBG, DIPANGKAS, APA SUDAH TAK JANJIKAN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com – Beberapa ibu ibu asal Surabaya dan Sidoarjo, anggap saatnya BGN ditutup.

Lembaga negara ini sejak dilahirkan hingga dipimpin BGN generasi ketiga, masih bikin makan beracun. “Wis tutup ae, gak ada faedahnya,anggarane buat Bansos wae,” usul Bu Rini, warga Surabaya Barat, yang ikut jalan sehat pagi di Gelora Pancasila, Kamis pagi (3/9).

Kamis siang (3/9), 256 siswa dan guru SMPN 1 Jombang, menyantap MBG dari SPPG Mangunan.

Menu MBG tersebut terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih dan brokoli, serta buah pepaya.

“Kejadiannya itu kan makanannya kan siang, jam 11.30 WIB. Baru muncul gejala itu setelah jam 05.00 sore. Di rumahnya itu baru ada yang diare, ada yang mual-mual, munek-munek,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada.

Ia menyebut total korban keracunan MBG mencapai 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh. Dari jumlah itu, saat ini tinggal 7 siswa yang masih diopname di puskesmas.

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru yang memakan MBG tersebut mengalami keracunan.

Sebelumnya, sebanyak 85 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Jombang keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Dari jumlah itu, kini 7 siswa harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan setempat.

Berdasarkan data terbaru dari laporan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, korban kasus keracunan massal santri yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit kini tersisa 34 santri

Total akumulasi korban terdampak dari kasus yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini sempat melonjak hingga mencapai 566 hingga 730 orang (gabungan santri Ponpes Manba’ul Hikam dan siswa dari belasan sekolah di sekitar Tanggulangin).

Menteri Keuangan Bakal Pangkas

Di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bakal memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Rp200 triliun tahun ini.

Purbaya Yudhi Sadewa kembali membuka peluang pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini di bawah Rp200 triliun.

Purbaya menjelaskan anggaran program MBG pada tahun ini sempat dialokasikan sebesar Rp330 triliun.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tercatat sudah mengalami pemangkasan anggaran beberapa kali.

Sejak Dadan ditahan, BGN baru terus lakukan efisiensi anggaran lagi menjadi sekitar Rp 260 triliun, kemudian kembali turun ke kisaran Rp 240 triliun.

Namun, Purbaya menilai efisiensi masih dapat dilakukan lebih jauh. Setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, Purbaya menyebut anggaran MBG berpeluang ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun.

“MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp 330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp 260-an (triliun), terus menjadi Rp 240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, kepala badan MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp 200-an (triliun),” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Purbaya Berharap Dana Turun

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan besar-besaran dan memangkas 463 dapur SPPG karena tidak efektif atau sudah lama tidak beroperasi.

Sudaryono juga secara tegas memberhentikan 66 Kepala SPPG yang terbukti melanggar SOP, termasuk terlibat penipuan dan judi online.

“Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan yang membuat nanti anggarannya enggak sebesar yang dianggarkan, yang dipakai nanti. 2026. Otomatis kalau itu bagus ya ke 2027 juga akan kebawa efisiensinya,” lanjut Menkeu.

Saat ditanya berapa efisiensi anggaran BGN yang saat ini sudah dipangkas jadi Rp 229 triliun, Purbaya berharap kalau dana itu bisa lebih turun. Hanya saja dia tak mengetahui berapa rincian anggaran pastinya.

Diketahui, pemerintah telah memangkas anggaran program MBG pada 2027. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah mengalokasikan Rp240,2 triliun untuk program MBG.

Selain anggaran, target penerima manfaat MBG pada 2027 juga turun menjadi 72,1 juta orang dari 82,9 juta orang pada 2026. Jumlah penerima berkurang sekitar 10,8 juta orang atau 13 persen.

Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, pemerintah menyatakan program MBG pada 2027 tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, mulai dari balita hingga usia sekolah, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Tahun 2027 dianggarkan Rp 240T

Purbaya menambahkan, tahun depan pemerintah menganggarkan sekitar Rp 240 triliun untuk program tersebut. Meski begitu, Purbaya yakin anggaran tersebut juga masih dapat ditekan melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.

“Tahun depan juga dianggarkan Rp 240, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi,” sebut Purbaya.

Ia juga menyebut Kementerian Keuangan turut melakukan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan secara efisien. Pegawai Kemenkeu di daerah akan mengawasi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara bergilir.

“Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG,” tutup Purbaya. erc, jk,lpr

Berita Terbaru

PERINGATAN MAULID NABI Dinas Perpustakaan Dan Arsip Diwarnai Pisah Sambut Pimpinan  

PERINGATAN MAULID NABI Dinas Perpustakaan Dan Arsip Diwarnai Pisah Sambut Pimpinan  

Jumat, 04 Sep 2026 10:49 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW khidmat dan penuh kehangatan digelar Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) K…

Program Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas dan Minta Diperluas Jangkauannya

Program Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas dan Minta Diperluas Jangkauannya

Jumat, 04 Sep 2026 10:32 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Accurate Research and Consuliting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap kinerja Bupati Jember Gus…

Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

Jumat, 04 Sep 2026 10:29 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:29 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah mengungkap dana fee proyek yang terkumpul di lingkungan dinasnya mencapai sekitar R…

27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

Jumat, 04 Sep 2026 10:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:03 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Solidaritas masyarakat Jawa Timur untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Sebanyak 62 m…

Ruben Onsu, Mencak mencak, Disuruh Sarwendah, Tes Kesehatan

Ruben Onsu, Mencak mencak, Disuruh Sarwendah, Tes Kesehatan

Jumat, 04 Sep 2026 08:58 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah soal anak kembali bergulir. Kali ini, pihak Ruben mempertanyakan soal tes kesehatan yang disebut m…

Mantan Jampidsus Main Dengan Sejumlah Bank Lakukan TPPU

Mantan Jampidsus Main Dengan Sejumlah Bank Lakukan TPPU

Jumat, 04 Sep 2026 08:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:57 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kini terungkap ulah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kejagung menyebut ada sejumlah perbankan d…