Jelang Imlek, Home Industri Pembuatan Dupa di Jombang Kebanjiran Order

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Menjelang Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili yang jatuh pada 25 Januari 2020, sebuah home industri pembuatan dupa Artkios di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kebanjiran order. Pemesanan dupa paling banyak kuil-kuil dan orang-orang yang menjalankan ibadatnya pakai dupa. Untuk tahun ini, permintaan hampir melonjak sampai 300 persen. Padahal untuk hari-hari biasa, pemesanan tiap harinya hanya 10 sampai 20 bungkus. **foto** Pemilik Home Industri Artkios, Fachrur Rohman (26), mengatakan, bahwa untuk pemesanan pada Imlek 2020 ini skalanya kilo. Jadi mereka entah ditambahi parfum sendiri atau label sendiri itu terserah mereka. Terakhir pemesanan dari Bali hampir satu ton dupa tanpa parfum. "Bahan baku yang digunakan menggunakan kayu gaharu, ada yang kayu biasa, jadi tergatung pemesanan. Saya fokuskan pada kayu gaharu yang diperoleh dari Kalimantan. Dan itu yang berbeda dengan dupa yang lain," katanya, kepada jurnalis di rumah produksinya, Selasa (14/01/2020). Rohman menjelaskan, untuk aromanya masih alami tanpa campuran bahan kimia. Dupa yang dibuat disini dari jenis gaharu, cendana, dupa parfum seperti maharaja. Ukuran yang biasa dipesan dari gaharu dengan ketebalan dupa diameter 4 mili, panjang 30 sentimeter. "Alasan bahan utama dari kayu gaharu karena aromanya lembut, alami, bisa membuat aroma terapi. Dan dalam Islam sendiri, kayu gaharu merupakan sunah nabi. Dan kayu ini diambil dari Kalimantan," jelasnya. Menurut Rohman, untuk pembuatan dupa khusus bahan gaharu, sehari 50 kilogram. Untuk mesin, up nya dalam produksi bisa sampai 100 kilogram. Pemasaran paling utama ke Singapura, karena gaharu kesenangan dari orang China, Singapura, Taiwan, Jepang. "Ada juga dari Kamboja, Malaysia, Brunei dan Philipina. Omzet yang diraih, dari pemesanan dupa di Bali saja sebanyak satu ton, hampir Rp 75 juta," ujar pria yang sebentar lagi melepas masa lajangnya ini. Rohman mengungkapkan, kesulitan yang dihadapi yakni pemasaran untuk lokal. Beda dengan pemasaran di luar pulau. "Namun saya menjual produk ini melalui website, melalui teman-teman, dan badan desa juga," ungkapnya. **foto** Ditanya soal harga, Rohman memaparkan, harga terendah untuk bungkusan yaitu Rp 10 ribu, Rp 15 ribu dan Rp 30 ribu, tergantung jenis gaharunya. Dengan isi sebanyak 12 biji. Yang paling bagus saya ecer satu plastik isi 12 biji seharga Rp 50 ribu. "Yang super untuk paketan kecil Rp 50 ribu, yang besar Rp 100 ribu," paparnya. Menurutnya, rata-rata pemesanan yang super dari luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Untuk bahan semua dari Indonesia. "Untuk lidi dari lokal dan kita juga impor dari China. Khusus lidi impor digunakan untuk pembuatan dupa super, karena ketika dibakar bersih tanpa adanya serpihan," tandasnya. Sementara Kades Bawangan, Bakhtiar Efendi menjelaskan, bahwa pihaknya sangat bangga di desanya ada anak muda yang kreatif, bisa menciptakan tenaga kerja untuk masa depan masyarakat sekitarnya. Tentu akan kita fasilitasi sesuai kemampuan sdm terkait dengan proses pembuatan entah itu tasbih, gelang maupun dupa dan lain sebagainya. Termasuk pemasaran, kita suport, kita bantu publikasikan melalui facebook dan lainnya. Termasuk kita angkat lewat website milik desa," pungkasnya.(suf)
Tag :

Berita Terbaru

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…