Puncak Musim Hujan, Warga Wadul Prasarana Kampung Banyak Rusak

Warga dari beberapa kampung di Surabaya mengadu kepada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya,Selasa (9/3). SP/ALQOMARUDDIN.

SURABAYAPAGI, Surabaya - Banyaknya prasarana permukiman mereka yang rusak pada musim penghujan warga dari beberapa kampung di Surabaya mengadu kepada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya. 

Salah satunya disampaikan Wahyu warga RW 05 Sidotopo. “Saya dapat info hari ini ada Hari Aspirasi di Fraksi PKS, karena itu saya hadir menyampaikan persoalan kampung," ujar, Selasa (9/3).

15 orang yang hadir dalam Hari Aspirasi Fraksi PKS kali ini diterima Ketua Fraksi Akhmad Suyanto dan Anggota Fraksi Cahyo Siswo Utomo.

Salah satu yang banyak disampaikan warga adalah rusaknya jalan kampung karena tergenang air saat hujan lebat dan saluran air yang mampet atau saluran air yang tak cukup menampung debit air hujan. 

"Di tempat saya gorong-gorong mampet. Ada juga yang sudah rusak dan perlu diganti. Saat puncak musim hujan begini, rusak sedikit saja bisa menyebabkan banjir," ujar Suwarni warga RT 09 Sidotopo Sekolahan. 

Sedangkan warga lainnya dari RT 07 Sidotopo mengeluhkan aliran PDAM yang kecil dan sering mati. "Sering juga airnya keruh," ujarnya. 

Mengenai PDAM, seorang warga dari Kenjeran juga mengadukan pemutusan saluran secara sepihak dan adanya pungutan liar (pungli). 

Menjawab beberapa permasalahan warga yang disampaikan, Akhmad Suyanto menjadwalkan turba bersama pimpinan Dinas ataupun BUMD terkait. "Di lapangan nanti silahkan ditunjukkan prasarana kampung yang bermasalah tadi. Agar langsung bisa segera diambil tindakan oleh dinas atau BUMD terkait," ujar Yanto, panggilan akrabnya, kepada warga yang hadir. 

Yanto menuturkan memang di masa musim penghujan selalu timbul persoalan prasarana kampung. "Disini bisa teruji kualitas pengerjaan pembangunan yang dilakukan Pemkot dan BUMD. Apakah berkualitas atau tidak," ujar Anggota Komisi B ini. 

Selain menerima warga dari Sidotopo, hadir pula warga dari RW 14 Jatisrono, Semampir. Juga warga Tambaksari. Permasalahan yang diajukan hampir serupa, yakni persoalan pembangunan kampung.

Namun tak hanya itu, warga juga mengeluhkan soal kesehatan, yakni masih adanya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum terdaftar dalam BPJS PBI. Selain itu soal masih adanya Puskesmas yang melayani warga dengan sikap yang belum profesional.

"Pelayanannya sangat lambat. Membuat kami yang sedang sakit jadi tambah sakit. Apalagi musim corona, imun kita bisa-bisa turun karena stress," ujar seorang warga.

Penuturan warga tersebut ditanggapi oleh Anggota Dewan Cahyo Siswo Utomo. "Untuk Data MBR memang masih dinamis terkait BPJS PBI. Jadi diajukan saja namanya. Nanti kita cek," ujar Cahyo. 

Sedangkan mengenai pelayanan Puskesmas, Cahyo mengatakan dirinya akan menyampaikan kepada Dinas Kesehatan agar petugas di puskesmas yang dimaksud dapat diperbaiki kinerjanya. 

Hari Aspirasi sendiri adalah program Fraksi PKS untuk menerima keluhan warga selain pada masa reses."Sebab banyak persoalan warga yang perlu diselesaikan segera. Dan dengan berinteraksi begini, kami mendapatkan laporan langsung yang bisa ditindaklanjuti secara riil di lapangan," ujar Cahyo yang merupakan Anggota Komisi D ini. Alq