Si Madam Cinta Ahli Tarot yang Sembuhkan Berbagai Penyakit

Dwi Mayasari alias Madam Cinta menunjukkan kartu tarot di ruang kerja. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Memiliki kemampuan supranatural membuat Dewi Mayangsari termotivasi untuk membantu sesama. Termasuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Dewi Mayang sari yang dijuluki Madam Cinta ini juga merupakan anak indigo atau seorang anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan berkaitan dengan supranatural.

“Saya sudah dari kecil ya indigo. Semisal saya bilang kamu jangan kesana nanti kepeleset ya nanti kejadian sungguh,” jelasnya, dikutip Selasa (20/4/2021).

Kedati demikian, Madan Cinta baru benar-benar menyadari kemampuannya itu ketika sang anak jatuh sakit. Saat itu ia sudah berusaha semaksimal mungkin membawa sang buah hati untuk menjalani pengobatan. Mulai dari pengobatan medis hingga alternatif. Namun tidak menunjukan hasil yang cukup signifikan. “Sudah dibawa ke orang pinter, ke dukun, ke orang-orang tua, belum sembuh juga. Akhirnya dikasih tahu ini yang bisa nyembuhin ibunya sendiri,” terangnya mengingat masa itu.

Kegiatan ini telah berjalan sekitar dua tahun. Saat tahun pertama, ia mengaku belum berani menunjukkan kemampuan. Bahkan sempat malu ketika mantan pasiennya melakukan testimoni dan mengunggahnya pada media sosial. Namun dengan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, ia mulai berani untuk menunjukkan diri.

Bahkan kini pasien yang datang kepadanya berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat awam, artis, hingga para pejabat. Ini tak hanya berasal dari wilayah Tulungagung saja, melainkan hingga Malaysia dan Hongkong.

Madam Cinta membuka praktek mulai dari pukul 09.00 hingga 24.00. Bahkan terkadang bisa sampai pukul 03.00 dini hari. Namun, khusus di bulan Ramadan, ia hanya membuka praktek mulai dari pukul 18.00 atau setelah magrib hingga pukul 24.00 malam. “Saya kan juga pengen mendekatkan diri ke Gusti,” imbuhnya.

Sedangkan mengenai keluhan dari pasiennya sangat beragam. Mulai dari masalah cinta, ekonomi, hingga sakit keras di luar logika manusia. Tak hanya melayani pasien yang datang ke rumah, ia juga biasa datang ke rumah pasien untuk melakukan terapi pengobatan.

Disisi lain Madam Cinta tidak pernah mematok biaya dalam berobat dan konsultasi tersebut. Sebab sedari awal ia hanya berniat untuk membantu sesama dengan kemampuan yang ia miliki. “Nggak pernah di sini saya ngomongin mahar. Bahkan ada yang membawa nasi goreng, martabak, seikhlasnya yang penting sembuh dulu. Kalau sudah merasa enak terserah mau dikasih apa,” tandasnya. Dsy7