•   Kamis, 17 Oktober 2019
Peristiwa Nasional

Aktivis PMII Demo Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

( words)

SURABAYA PAGI, Gresik - Rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan terus ditentang berbagai perwakilan masyarakat. Seperti yang ditunjukkan aksi puluhan aktivis PMII Gresik dengan mendatangi Kantor Bupati dan DPRD Gresik pada Selasa (10/9). Para aktivis secara tegas menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Mereka menilai pemerintah pusat tidak lagi prorakyat. Simbol kegotongroyongan di BPJS Kesehatan selama ini tidak lagi ada.

Sebab, beban iuran peserta BPJS naik hingga 100 persen. Selain berorasi, massa aktivis membawa miniatur suntik bertuliskan BPJS membunuhmu. Juga ada banner bertuliskan ’Tolak Kenaikan Iuran BPJS.’ Aktivis PMII Gresik menilai bahwa pemerintah tidak serius melindungi kesehatan masyarakat. Padahal kesehatan adalah hak dasar warga negara.

"Negara seharusnya mampu menjamin perlindungan kesehatan bagi rakyatnya, tidak malah membebani iuran yang terus naik," kata koordinator lapangan aksi Hamdan Arif. Menurut para aktivis, sebenarnya kenaikan BPJS Kesehatan tidak perlu dilakukan, karena BPJS Kesehatan bisa menggunakan asetnya untuk investasi sehingga tidak sampai membebani masyarakat dengan menaikkan iuran. "Pengelolaan aset BPJS Kesehatan untuk investasi ini sesuai Undang-undang BPJS dan PP Nomor 87 Tahun 2013 tentang pengelolaan aset jaminan sosial kesehatan," ungkap Hamdan. Aksi unjuk rasa aktivis PMII di dua lokasi berbeda mendapat pengawalan ketat aparat gabungan dari kepolisian, anggota TNI dan satpol PP setempat. Baik di pemkab maupun kantor DPRD, para pendemo tidak melakukan dialog dengan pejabat atau para legislator.

did.

Berita Populer