•   Senin, 16 Desember 2019
Ekonomi China

Kebijakan Tingkatkan Pinjaman China Tak Buahkan Hasil

( words)
Pekerja LiShun Yuan Intelligent Automation Co yang tengah mengoperasikan mesin SP/Prtnwk


SURABAYAPAGI.com - Kampanye China untuk meningkatkan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan kecil ternyata tak membuahkan hasil yang bagu. Pasalnya, berbagai bank enggan untuk memberikan pinjamannya kedapa eksportir dan produsen yang menjadikan mereka harus membayar tagihan secara mandiri.

Atas hal itu, minggu lalu china mengalami perlambatan perekonomian terbesarnya selama kurang lebih 27 tahun.

Terdapat alasan mengapa banker enggan memberikan pinjamannya. Perang dagang, perekonomian yang tidak pasti akibat perang dagang menjadi alasan kuat banker untuk menahan pemberian pinjaman kepada perusahaan-perusahaan kecil di China karena resiko besar pada sitem keuangan sangat menghantui

Salah satu pusat manufaktur utama di kota selatan Dongguan di provinsi Guangdong, Chian, beberapa dari perusahaan kecil telah memindahkan produksi ke luar negeri dalam menghadapi tantangan operasional dan keuangan.

“Dewasa ini topik yang paling banyak dibicarakan adalah sesuatu yang selalu kita bicarakan dalam pertemuan yakni apakah kita harus pindah ke Vietnam? Pasalnya, Banyak klien saya telah pindah ke sana” kata Li Jiajun, kepala keuangan di Guangdong LiShun Yuan Intelligent Automation Co.,

LiShun, produsen mesin pengemasan kotak kertas telah kehilangan pinjamnnya dua dari empat banknya pada kuartal kedua, mengurangi separuh batas kredit total menjadi 10 juta yuan ($ 1,5 juta).

Terlepasnya pinjaman tersebut, salah satu dari dua bank itu yang keduanya berukuran sedang menyalahkan kebijakan pinjaman yang lebih ketat pada iklim ekonomi semester pertama, sementara yang lain mengatakan cabang lokalnya dilarang menyetujui pinjaman baru karena lonjakan utang macet, katanya.

Akibatnya, perusahaan, yang mengharapkan untuk menghasilkan 250 juta yuan dalam pendapatan tahun ini, menunda pesanan senilai hampir 20 juta yuan setelah pemotongan dan mengambil "langkah-langkah defensif" dengan memangkas penggajiannya sebesar 40% dan menjual ekuitas untuk mengumpulkan dana.

“Kebijakan pemerintah dan implementasi di lapangan entah bagaimana masih terputus. Itu tidak mudah - setidaknya, saya belum menikmati banyak manfaat sejauh ini, "kata Li tentang upaya China untuk meningkatkan pinjaman.

Berita Populer