7 Orang Tewas Akibat Asap Genset

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Malang - Diduga kekurangan oksigen dan menghirup karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari sebuah mesin genset, 7 orang meninggal dunia di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Jum'at (29/09/2017). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiyono mengatakan bahwa 7 orang meninggal itu ditemukan sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB di ruang Aula Desa Ngadas. "Ketujuh orang tersebut ditemukan sudah meninggal pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Menurut Kepala Desa, bahwa malamnya itu ada rapat sampai pukul 23.30 WIB dan . Dan ada 7 orang yang tidur di Balai Desa dalam ruangan yang tertutup rapat," ungkap Bagyo, saat ditemui di Kamar Mayat RSSA Malang. Masih menurut Bagyo, seharusnya ketika menyalakan genset itu, harus ada sirkulasi udara dan ruangan tidak dalam tertutup. "Mungkin hawanya terlalu dingin, dan ditutup rapat. Seharusnya ketika genset menyala, ruang harus terbuka,"paparnya. Sementara itu, Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah membenarkan bahwa para korban sejak malam tidur di dalam balai desa. Karena kondisi yang padam,untuk tetap menyalakan lampu dan kebutuhan lain, warga menggunakan genset. "Nah ketika menyalahkan genset itu, semua ruangan tertutup rapat. Jadi ventilasi udaranya tidak ada. Para korban tengah lelap tertidur dan diduga langsung keracunan hingga ditemukan meninggal dunia ketika pagi tadi," kata Decky Hermansyah. Daftar ke 7 orang tersebut diantara lain, 5 pekerja di Balai Desa Ngadas yang baru dan 2 orang vendor disalah satu provider adalah 1.Nurokhim (35) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Malang. 2.Ahmad Saifudin (38) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Malang 3. Hasrul Prio Purnomo (29) warga Desa Mojodadi, Kecamatan Kedungpring, Lamongan 4. Muhammad Yusuf (18) warga Kelurahan Samaan, Klojen, Kota Malang 5. Jumadi (34) warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Malang 6. Imam Safii (19) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Malang 7. Irawan (35) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Malang. Sementara olah TKP dilakukan untuk mengungkap pasti penyebab kematian para korban. Tim identifikasi diterjunkan guna melakukan penyelidikan. "Olah TKP untuk penyelidikan sudah berjalan. Setelah itu akan dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian," jelas Decky. Saat ini kondisi ke tujuh jenazah saat ini di RSSA Kota Malang, guna dilakukan visum. azm

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru