SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Beberapa terakhir hari, publik disibukkan dengan berita kecelakaan mobil yang menimpa Setya Novanto, Ketua DPR RI. Berita tersebut sampai menjadi trending topic diberbagai media sosial.
Akibat dari kecelakaan tersebut, hingga kini Setya Novanto harus dirawat di rumah sakit. Namun, masyarakat masih bertanya-tanya, apa cedera yang dialami Novanto?
Dalam artikel berjudul “Top 5 Most Common Injuries Experienced in Car Accidents” karya David Marocchi dari biro hukum Paramount Lawyers di Amerika Serikat mengungkapkan, bahwa ada 5 jenis cedera yang paling umum dialami saat kecelakaan mobil.
Whiplash
Cedera akibat kecelakaan mobil paling sering terjadi yaitu whiplash. Cedera in mengena jaringan lunak leher karena hentakan secara tiba-tiba.
Whiplash adalah kekakuan pada punggung dan leher dan jika tidak ditangani dengan baik dan sesegera mungkin akan menyebabkan masalah yang serius.
Cedera jenis ini di Amerika Serikat paling banyak dialami penumpang dan pengemudi. Berdasarkan catatan, setiap tahunnya didiagnosis hampir 3 juta kasus whiplash akibat kecelakaan fatal yang tidak dapat dihindari. Sebab itu banyak juga kini produsen mobil yang memiliki sistem keamanan penumpang agar terhindar dari cedera whiplash.
Back Injuries
Back injuries atau cedera punggung. Seorang pengemudi atau penumpang dapat juga menderita beberapa cidera punggung ketika terlibat dalam suatu kecelakaan mobil.
Hal ini disebabkan oleh tabrakan keras yang mengenai bagian depan maupun belakang bodi mobil sehingga membuat tubuh (body) terhentak (bergerak maju) kedepan sebagai dampak dari tumbukan itu. Cidera punggung dapat segera berangsur membaik jika langsung mendapatkan perawatan medis tetapi jenis cidera ini juga dapat mengancam kehidupan normal seseorang bila penanganannya terlalu lambat.
Concussion
Concussion sama dengan gegar otak, ini adalah jenis cedera yang paling umum dari pengalaman seseorang yang pernah terlibat kecelakaan mobil dan kalau tidak mendapatkan perawatan intensif dapat berakibat fatal. Walau seperti dalam tulisan David Marocchi, kabar baiknya adalah sebagian besar korban cedera tipe ini hanya akan berurusan dengan sensasi mengantuk dan sakit kepala ringan.
Cedera pada dasarnya terjadi ketika kepala penumpang atau pengemudi mengenai permukaan dashboardatau setir. Meskipun dokter dan ilmuwan masih mempelajari apa terjadi selama gegar otak, mereka percaya otak korban dipengaruhi oleh struktural dan faktor neuropsikiatri (neuropsychiatric factors).
Spinal cord injury
Cedera akibat kecelakaan mobil paling sering menimpa korban kedua adalah spinal cord injury (cedera pada tulang belakang). Peristiwa tabrakan fatal yang menyebabkan spinal cord injury dapat berdampak pada kecacatan fisik seseorang.
Sebab itu, korban terluka diharuskan dibawa ke rumah sakit terdekat secepat mungkin. Terutama, jika mereka (korban) merasa mati rasa atau kesemutan di setiap bagian tubuhnya. Kalau tidak segera diatasi dikhawatirkan orang tersebut akan mengalami cacat seumur hidupnya.
Head injuries Jenis cedera pertama adalah kepala terluka akibat dari dampak tabrakan tetapi mereka (korban) tidak akan sampai mengalami gegar otak. Ketika hal ini terjadi biasanya si penderita hanya mendapati luka ringan di kepala seperti lecet hingga terdapat luka sobek akibat benturan keras.
Kendati demikian, disarankan tetap segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Selain itu tujuannya, juga agar memperoleh ketenangan pikiran terhadap bahay komplikasi di masa datang.
Ketika ini terjadi, mereka hanya akan menerima luka dangkal untuk kepala mereka. hasilnya selalu sakit kepala, tetapi bahkan jika tampaknya seperti itu ringan dan tidak ada kerusakan lebih memiliki orang telah diambil, dianjurkan masih pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dan memiliki ketenangan pikiran mereka tidak berisiko untuk komplikasi masa depan. lx/mw
Editor : Redaksi