SURABAYAPAGI.COM, Aceh –Sejumlah hotel di wilayah Aceh dalam beberapa waktu kedepan akan dijaga oleha personel polisi Syariah (Wilayatul Hisbah/WH). Pernyataan tersebut diungkapkan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman.
Kebijakan yang diambil Walikota Aceh ini adalah imbas tertangkapnya oknum TNI bersama sejumlah warga sipil tengah menggelar pesta sabu di sebuah hotel berbintang.
"Kita sedang berkoordinasi dengan Forkopimda agar setiap hotel seperti itu kita ingin menempatkan WH kita di situ. Jadi nanti tidak ada lagi hal yang melanggar syariat," kata Aminullah kepada wartawan usai menghadiri pelantikan Ketua DPR Kota Banda Aceh, Selasa (8/10/2019).
Pada tahapan awal, polisi Syariah akan ditempatkan di hotel – hotel berbintang di Banda Aceh. Nantinya disetiap hotel akan dijaga dua hingga tiga personel secara bergantian.
"Nanti hotel itu akan dijaga WH. Ini kita tempatkan dulu ke hotel-hotel yang rawan terjadinya pelanggaran. Jumlah hotel ada 53 tapi yang rawan dulu kita tempatkan," jelas Aminullah.
Aminullah mengaku sudah memanggil manajemen salah satu hotel berbintang di Banda Aceh untuk mengklarifikasi adanya dugaan pesta sabu. Dia juga akan melakukan cross check keterangan pihak hotel ke aparat penegak hukum.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan pelanggaran tindak pidana narkotika terkait penangkapan itu. Sedangkan, untuk pelanggaran syariat pihaknya masih mendalami.
Dalam aksi penangkapan itu, petugas mengamankan lima perempuan, empat oknum TNI, serta satu pria warga sipil.
Aminullah menambahkan, jika hotel tersebut terbukti memberi ruang untuk terjadinya pelanggaran, maka izin hotel akan dicabut oleh Pemkot.
"Dia sudah membuat pernyataan bahwa apabila ada kelalaian dan yang menyebabkan terjadinya pelanggaran syariat di kota ini seperti yang saya katakan itu, izin akan kita cabut. Itu sudah dibuat surat pernyataan oleh dia (pihak hotel)," ujarnya.
Editor : Redaksi