SURABAYAPAGI.COM – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Surabaya (IKA-UBAYA) resmi mengukuhkan IKA-UBAYA Komisariat Fakultas-Fakultas sebagai kepanjangan tangan. Sehingga setiap Fakultas punya koordinatornya sendiri-sendiri. Baik itu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik hingga fakultas Ekonomi Kreatif.
Ketua IKA UBAYA Komisariat Fakultas Hukum , Hesti Armiwulan, menegaskan siap menjadi representasi Universitas dalam setiap kegiatan bermasyarakat. ”Kami ingin memberikan yang terbaik untuk almamater. Termasuk di dalamnya juga para alumni,” kata Hesti, usai pelantikan di Lantai 5 Perpustakaan Ubaya (Sabtu 7/12/2019).
Hesti yang juga Dosen Ubaya ini menambahkan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum menjaga persatuan antar alumni Ubaya.
”Keberadaan IKA Ubaya untuk menerima mandat sebaik-baiknya. IKA bukan sekadar tim namun juga keluarga,” ujar mantan Caleg DPR RI dari Partai Golkar pada pemilu 2014 lalu tersebut.
Senada, Ketua Harian IKA-Ubaya Komisariat Fakultas Hukum, Renville Antonio menambahkan bahwa IKA Ubaya saat ini telah tersebar di masing-masing fakultas. ”Acara hari ini merupakan pengukuhan oleh Ketua Umum IKA Ubaya Adi Toegarisman setelah sebelumnya pengurus dilantik di masing-masing fakultas,” terang Renville.
Ketua Umum Ika Ubaya, M Adi Toegarisman menambahkan bahwa IKA Ubaya harus bisa menjadi pelopor dalam menangani berbagai masalah terkini. Di antaranya, isu ideologis yang mengemuka akhir-akhir ini. ”Isu ideologis menjadi pembicaraan yang hangat. Hal ini berseiring dengan isu radikalisme dan lain sebagainya,” kata Adi pada sambutannya.
Menurutnya, yang paling ideal untuk mencegah isu negatif dari pertentangan ideologis adalah universitas. ”Sebab, perguruan tinggi memiliki pemahaman, pendidikan tinggi, dan tempatnya para intelektual,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus tersebut.
Sementara Rektor Ubaya, Benny Lianto menegaskan bahwa tantangan universitas dalam menyiapkan tenaga kerja kedepan sangat berat. Sehingga, pihaknya telah merumuskan berbagai hal untuk mengantisipasi gerak tantangan masa depan.
”Kami telah merumuskan langkah dalam mempersiapkan lulusan agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, kami mencanangkan peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusianya),” katanya.
”Era tekonologi dan informasi saat ini harus diantisipasi dengan penguatan SDM. Oleh karena itu, kami bertumpu pada peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.
Di akhir acara, Kepala Yayasan Universita Surabaya (Ubaya), Anton Prijatno, berpesan kepada jajaran alumni untuk profesional dan menjaga integritas untuk masing-masing profesi yang dijalani. Di antaranya, bagi para alumni yang menjadi politisi. Anton berpesan para alumni untuk menjaga martabat.
”Bermartabat itu lurus dan punya integritas. Kompetensi dan integritas adalah kunci untuk semua profesi, termasuk politisi,” kata Anton kepada jurnalis.
Termasuk bagi para alumni yang ingin menjadi calon kepala daerah. Anton menyebut semua alumni memiliki kesempatan yang sama. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas. ”Setiap orang punya pilihan. Mau jadi birokrat, pengusaha, dosen, politisi, hingga kepala daerah. Bebas saja,” katanya. ”Namun, semua itu harus memiliki potensi pada bidangnya. Juga memiliki integritas. Itu untuk profesi apapun. Sekali lagi, termasuk politisi,” katanya.
Selain dihadiri Anton, acara Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Ubaya Komisariat Fakultas-Fakultas tersebut juga dihadiri oleh sejumlah alumni, jajaran dosen. Hadir pula sejumlah alumni yang kini menjadi politisi. Di antaranya, Sahat Tua Simanjuntak (Sekretaris DPD Golkar Jatim yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim), Renville Antonio (Plt Ketua Demokrat Jatim), hingga Freddy Poenomo (Ketua Harian Golkar Jatim). rko
Editor : Redaksi