SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Warga Desa Sumbermujur menggelar Tradisi Grebek Suro. Dimasa Pandemi Virus Corona (Covid-19) ini tak menghalangi warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro melaksanakan tradisi grebek suro, Kamis (20/8/2020).
Baca juga: Menikmati Healing Murah di Tumpak Selo, Tawarkan Tubing hingga Glamping
Acara yang digelar setiap tahun di kawasan wisata Hutan Bambu ini tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Grebek Suro ini merupakan tradisi yang dilakukan untuk memperingati 1 Muharram. Tampak ribuan warga tampak mengikuti dan menyaksikan tradisi grebek suro.
Grebeg Suro diawali dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, kepala sapi, ingkung dan abu rampen yang diiringi oleh tari oling. Hingga dilakukan ritual adat mengubur kepala sapi di dekat sumber mata air menjadi tradisi tahunan warga Desa Sumbermujur.
Baca juga: Harga Plastik Mulsa Naik 40 Persen, Petani di Lumajang Keluhkan Biaya Produksi Ikut Boncos
Camat Candipuro, Agni Asmara Megatrah menyampaikan bahwa sesuai dengan tema “Sumbermujur Gemah Ripah Loh Jinawi”, ia berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini masyarakat Sumbermujur senantiasa diberikan keberkahan rezeki.
“Semoga dengan acara grebeg suro ini masyarakat Desa Sumbermujur hidup makmur,” ujarnya.
Baca juga: Disbudpar Catat Lumajang Peringkat Pertama Tujuan Wisman di Jawa Timur
Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Syafi’i menjelaskan bahwa 7 gunungan hasil bumi pada grebeg suro tahun ini melambangkan Sapta Pesona Pariwisata yang berasal dari 7 dusun di Desa Sumbermujur. Seluruh rangkaian grebeg suro diharapkan Kepala Desa Syafi’i dapat mendatangkan keberkahan bagi masyarakat Desa Sumbermujur dan sekitarnya.
“Ini bertujuan untuk menjaga dan melancarkan debit sumber mata air yang ada di sumber mata air Sumbermujur selain itu juga agar Sumbermujur Candipuro menjadi desa gemah ripah loh jinawi, yang artinya murah sandang pangan, murah air, murah sumber rejeki,” harapnya. Lim
Editor : Moch Ilham