SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ditengah pandemi Covid-19, Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah tetap dengan semangat membuat masker dari kain untuk dibagikan ke warga sekitar. Selain untuk tujuan sosial, pihak panti juga ingin terus mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya memakai masker di masa pandemi yang berkepanjangan ini. Minggu (30/08/2020).
Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli
Selama pandemi dan agar bisa mengatur jarak atau physical distancing hanya melibatkan sebelas anak binaan yang dibagi dalam empat kelompok yaitu, kelompok pembuat pola dan menggunting, kelompok melipat, kelompok menjahit, kelompok packaging.
Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah menyatakan, untuk membuat masker disesuaikan dengan kebutuhan. Misal ada program berbagi yang membutuhkan 100 pcs, maka akan diproduksi 100 pcs. Jadi tidak ada target khusus pembuatan masker dalam sehari.
"Sasaran pendistribusian kami ke komunitas-komunitas, dinas-dinas, atau lembaga-lembaga yang akan melakukan kegiatan sosial berbagi masker. Selain itu juga dibagikan kepada para lansia, anak-anak, dhuafa, juga kepada para donatur yang lupa memakai masker," terangnya.
Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan
"Kami sangat berharap dengan kegiatan ini anak-anak binaan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Serta mengajarkan tentang life skill dalam materi keputrian sehingga bisa membekali dan menggali potensi masing-masing anak supaya bisa mandiri ketika sudah keluar dari panti, juga dapat berdaya guna di lingkungan masyarakat", tambahnya.
Niken Ayu Nurcahyani, salah satu binaan panti yang juga mahasiswi Unesa jurusan Pendidikan Geografi merasa sangat antusias diikutsertakan dalam kegiatan membuat masker kain.
Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog
"Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dengan diselenggarakannya kegiatan ini yang bisa memberikan manfaat bagi sesama, melatih keterampilan serta memotivasi santri dalam berkarya. Kami berharap dapat terus berkreasi dengan mengembangkan skill agar bisa menghasilkan karya yang optimal", terang Niken. tyn
Editor : Moch Ilham