SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat. Namun syarat dari pembelajaran tersebut semua tenaga pendidik harus tervaksinasi, sehingga sekolah tatap muka itu bisa berjalan aman.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menindaklanjuti hasil rakor sebelumnya bahwa sekolah yang tenaga pendidiknya sudah tervaksinasi bisa menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bertahap.
Baca juga: Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Normal Pasca Diterjang Bambu Longsor
“Hari ini kita melanjutkan hasil rakor kemarin dengan seluruh OPD secara general. Dibidang pendidikan kita menggaris bawahi persiapan pembukaan sekolah tatap muka,” ujarnya, Kamis (4/3/2021).
Sekolah-sekolah, lanjut pria pengagum Soekarno ini menambahkan “yang tenaga pendidiknya sudah tervaksinasi, 8 Maret sudah bisa secara bertahap membuka pembelajaran tatap muka dengan metode hybrid. Jadi sebagian daring dan sebagian luring,” terangnya.
Baca juga: Musim Libur Nataru: Wisatawan di Trenggalek Membludak, Pengelola Berlakukan Sistem Buka Tutup Akses
Sebagian siswa belajar secara daring dirumah, kemudian sebagian lagi mengikuti pembelajaran luring di sekolah. Mekanismenya akan dibahas lebih lanjut dan perlu juga dilihat mana-mana sekolah yang sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan sitem ini.
Menurut Nur Arifin, selain sekolah tatap muka fokus lain di sektor pendidikan adalah kepastian setiap anak untuk bisa bersekolah tepat pada jenjang usianya.
Baca juga: Harga Komoditas Cabai di Trenggalek Anjlok Drastis Jelang Nataru, Harga Telur Naik
“Datanya nanti kita minta kepada Desa dan Kecamatan untuk bisa membantu.” Jelasnya.
Termasuk juga dengan mereka yang seharusnya lulus SMP, SMA yang belum lulus tapi sudah putus sekolah, kita gerakkan untuk bisa ikut kesetaraan. Sehingga secara umum angka wajib belajar kita bisa terpenuhi, tandas Bupati Trenggalek ini. Dsy10
Editor : Redaksi