Harga Kedelai Naik, Pengaruhi Komoditas Tahu dan Tempe

surabayapagi.com
Pedagang tahu dan tempe di Pasar. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait adanya kenaikan harga tahu dan tempe dikarenakan komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen, sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini.

Dengan kondisi tersebut maka landed price berada di kisaran Rp 9.376 per kg sementara di tingkat importir berada di kisaran Rp 10.206 per kg. Bahkan, menurut para pengrajin tahu dan tempe di beberapa wilayah, harga kedelai telah mencapai Rp 11.000 per kg.

Baca juga: Pemkab Jember Realisasikan Program 'Gerobak Cinta' Demi Perkuat Ekonomi Rakyat

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan memperkirakan, dengan kondisi harga kedelai saat ini maka harga tempe akan mengalami penyesuaian menembus harga Rp 17.000 per kg dari sebelumnya Rp 16.000 per kg. Sedangkan harga tahu juga menembus harga Rp 700 per potong dari sebelumnya Rp 650 per potong.

Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia masih relatif tinggi. Pada awal Juni 2021 harga kedelai berada di kisaran US$ 15,42/bushels atau sekitar US$ 566/ton. Dengan kondisi tersebut maka landed price berada di kisaran Rp 9.376/kg, sementara di tingkat importir berada di kisaran Rp 10.206/kg.

Baca juga: Pemerintah Seperti tak Lihat Kejadian di Lapangan

"Bahkan menurut para perajin tahu dan tempe di beberapa wilayah, harga kedelai telah mencapai Rp 11.000/kg," ungkap Oke, Jumat (4/6/2021).

Meski harga tinggi, Oke memastikan bahan baku tahu dan tempe di dalam negeri tetap tersedia. Pemerintah telah bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk memastikan stok kedelai.

Baca juga: Tinjau Pelatihan Kewirausahaan, Mbak Wali: Ini Upaya Pemerintah Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Bagi PEKKA

Oleh karenanya, Oke mengimbau kepada para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada pengrajin tahu dan tempe. Termasuk kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan harga kedelai terjangkau.

“Penyesuaian harga tahu dan tempe ini diharapkan tetap memberikan gairah bagi pengrajin untuk terus berproduksi di tengah tingginya harga kedelai dunia. Sehingga tahu dan tempe selalu tersedia di masyarakat sebagai pilihan sumber protein dengan harga terjangkau,” ujarnya. Dsy11

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru