SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Kebutuhan stok darah di beberapa wilayah Jatim menipis. Jika sebelumnya di Sidoarjo, hal yang sama berlaku di Lumajang.
Bahkan, PMI Lumajang menyebut semua stok darah kosong.
Baca juga: Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau
Manager kualitas PMI Lumajang Anis Mufaridah mengatakan, stok sel darah merah sangat kurang. Sehingga belakangan ini selalu kewalahan memenuhi permintaan kebutuhan rumah sakit.
“Sepekan ini kami benar-benar kewalahan, kalau dihitung tiap hari ada permintaan 40 darah. Sedangkan setiap hari pendonor yang datang 20-27 orang,” katanya, Senin (7/6).
Anis menyebut, kekurangan stok darah sebenarnya terjadi sejak bulan Mei. Hal tersebut diakibatkan sedikitnya masyarakatan yang berkenan mendonorkan darahnya.
Baca juga: Suasana Sejuk Pemandian Selokambang di Lumajang Jadi Spot Favorit Liburan Keluarga
“Memang bulan April kami butuh 896 kantong lalu meningkatkan pada bulan Mei sebanyak 1186. Tapi hingga selesai Idul Fitri kemarin, kami hanya bisa memenuhi 703 kantong darah saja,” terangnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya (PMI Lumajang) terus melakukan kampanye untuk menarik minas masyarakat agar bersedia melakukan donor darah.
Baca juga: Bumi Perkemahan Glagaharum Bakal Jadi Wisata Baru di Lereng Gunung Semeru Lumajang
Bahkan, pihaknya juga sampai jemput bola agar masalah kekosongan darah bosa segera teratasi.
“Kami selalu mengingatkan pendonor untuk tetap rutin melakukan donor. Kami juga menyediakan mobil keliling agar pendonor tidak usah repot-repot datang ke PMI,” pungkasnya.
Editor : Moch Ilham