SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Wali kota Madiun Maidi memberikan bantuan kain seragam dan uang ongkos jahit sebesar Rp 300 ribu. Bantuan tersebut diberikan kepada 6 ribu siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP di kota Madiun.
Bantuan tersebut diberikan dengan tujuan dapat memberdayakan para penjahit di Kota madiun yang terpuruk selama pandemi covid-19.
Baca juga: BLTD Tahap II 2026, Pemkot Madiun Salurkan ke 2.104 Keluarga Penerima Manfaat
“Seragam tersebut wajib dijahitkan kepada penjahit di Kota Madiun,” kata Maidi, Kamis (7/10).
Maidi menyebut, di Madiun sendiri ada sekitar 26 sampai 30 rumah penjahit.
Dengan jumlah tersebut, setiap rumah jahit bisa mendapatkan pesanan dari 200 siswa yang setiap siswanya menjahitkan 2 seragam.
"Saya sudah pesan kepada semua guru, kalau agak lama jahitnya lalu anak-anak ada yang belum pakai seragam tidak apa-apa, karena memang jahitnya antre," lanjutnya.
Dengan sistem tersebut, menurut Maidi, akan muncul multiplier effect dalam mendorong roda ekonomi di Kota Pendekar (sebutan Madiun).
Baca juga: Teras Kriya 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Ekraf UMKM Khas Kota Madiun
Karena tidak hanya para penjahit saja yang ketiban rezeki, tapi juga barang dagangan di toko benang dan toko aksesoris seragam lainnya akan laku.
Tujuan lain pembagian seragam tersebut adalah agar semua seragam siswa sama, baik siswa tersebut berlatar belakang dari keluarga ekonomi menengah ke atas, maupun dari keluarga kurang mampu.
"Jadi anak itu tidak minder. Dengan seragam yang semuanya sama, maka akan lebih kompetitif dalam mencari ilmu," jelas mantan Sekda Kota Madiun ini.
Baca juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Madiun Gelar Lomba Kreasi Jajan Khas
Selain itu, dengan pemberian seragam tersebut, Maidi berharap bisa meringankan beban orang tua.
Editor : Moch Ilham