Program Kerja BKKBN Jatim di Tahun 2022 Fokus pada Penanganan Stunting

surabayapagi.com
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Propinsi Jawa Timur

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Propinsi Jawa Timur, ketika ditemui Wartawan Surabayapagi.com menegaskan penanganan stunting harus ditangani multisektor.

Program kerja BKKBN Provinsi Jawa timur untuk tahun 2022 ini, masih fokus pada program stunting, AKB ( Angka Kematian Bayi ) dan AKI ( Angka Kematian Ibu ) yang sudah menjadi program pemerintah dan Instruksi Presiden.

Baca juga: Lewat Konsumsi Protein Hewani, Pemkab Bojonegoro Gencar Tekan Stunting 

“Masalah stunting merupakan masalah kesehatan ibu dan anak yang harus ditangani oleh multisektor”, ujar aulia. humas BKKBN Provinsi Jawa Timur yang ramah ini.

Baca juga: Lewat Bantuan Program ‘Anting Emas’, Pemkab Magetan Mampu Tekan Angka Stunting

Dalam masalah Stunting BKKBN ditunjuk sebagai koordinator dalam pencegahan, namun stunting itu Multi  Sektoral. BKKBN tidak sendirian dalam menangani stunting ini, dalam hal ini dibutuhkan inter policies (antar kebijakan ) dan kolaborasi dari lintas sektor. Mulai dari sektor pemerintah, LSM/NGO, corporate, wartawan dan peran medianya.

 “Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi dan integritas dari lintas sektor dalam penanganan stunting,”ucapnya

Baca juga: Tekan Angka Stunting, Pemkot Surabaya Gencarkan Program BWSE Jilid V

Bahkan Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. mengingatkan tentang besarnya Angka Kematian Ibu saat Melahirkan, walaupun pada saat bersamaan dengan mewabahnya COVID19. min

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 06 Jul 2026 23:41 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:43 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:47 WIB
Berita Terbaru