Monev Stunting Semester II 2025, Capaian Stunting Turun Jadi 1,12 Persen

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS). SP/Dwy AS
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS). SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) atas capaian signifikan penurunan angka stunting di Kota Mojokerto.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Semester II Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Command Center Balai Kota Mojokerto, Kamis (4/12).

Dalam forum tersebut, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, mengungkapkan bahwa angka stunting Kota Mojokerto kini berada di posisi 1,12 persen, jauh di bawah target nasional 14 persen.

“Ini capaian luar biasa. Angka stunting kita tinggal 1,12 persen. Hasil ini menunjukkan kerja keras bersama dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 dari Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita.

Berdasarkan data EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), angka stunting Kota Mojokerto terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. 

Pada tahun 2019 angka stunting Kota Mojokerto sebesar 9,04 persen; tahun 2020 sebesar 7,71 persen; tahun 2021 sebesar 4,84 persen; tahun 2022 sebesar 3,12 persen; tahun 2023 sebesar 2,04 persen; tahun 2024 sebesar 1,54 persen; dan pada Oktober 2025 menjadi 1,12 persen.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh perangkat daerah yang secara konsisten menjalankan program-program pencegahan stunting.

“Kota kita kecil, hanya sekitar 140-an ribu jiwa. Justru karena kecil, kinerja harus maksimal. Tidak boleh hanya formalitas. Semua dinas harus bergerak bersama,” tegasnya.

Dengan angka stunting yang sudah sangat rendah, Ning Ita menjelaskan bahwa strategi penanganan akan berubah pada tahun 2026. Fokus tidak lagi pada penurunan kasus yang ada, melainkan menjaga agar tidak muncul kasus baru.

Intervensi akan diarahkan pada pemenuhan gizi balita, remaja, serta kelompok usia dewasa, didukung program prioritas nasional yang mulai berjalan pada 2025 seperti MBG. 

Lebih lanjut, Ning Ita mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga komitmen dan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Mungkin tidak semua kondisi bisa kita intervensi, tapi kita wajib berupaya semaksimal mungkin. Teruslah mengabdi untuk kota tercinta,” pesannya. Dwi

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…