SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkap pada video CCTV yang sudah dilihatnya. Ia melihat ternyata Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, menangis dengan didampingi asistennya.
Disebutkan Damanik, Putri Candrawathi menangis setelah melihat Brigadir J sudah tewas terkapar di depannya. Putri Candrawathi bahkan sempat lunglai ketika akan pindah lokasi dari rumah dinas ke rumah pribadi. "Nggak berapa lama, ibu kembali ke rumah didampingi asisten yang menunjukkan wajahnya menangis. Kenapa kami bisa mengatakan menangis? Karena CCTV-nya sangat clear, kualitas tinggi," ungkap Damanik,dikutip dari Youtube MetroTVNews, Senin, (1/8/2022).
Baca juga: Perampokan Sadis di Gresik, Pelaku Pembunuhan Istri Pengusaha Divonis 18 Tahun Penjara
Mobil Provost Datang
Damanik mengatakan datangnya mobil Provost hingga mobil lain ke lokasi kejadian penembakan. Diduga, mobil Provost ini datang atas perintah Irjen Ferdy Sambo untuk membawa jasad Brigadir J ke Rumah Sakit Kramat Jati.
Atas kesaksian yang berbeda-beda dan sejumlah kejamggalan,pihak keluarga Brigadir J meminta untuk jenazah sang mendiang untuk diautopsi ulang.
Pasalnya, kematian Brigadir J meninggalkan banyak kejanggalan. Syukurnya, autopsi ulang itu akhirnya dilakukan.
Bahkan kini, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, membocorkan hasil autopsi ulang Brigadir J.
Penjelasan Polri Terbantahkan
Berdasarkan catatan dan laporan perwakilan keluarga, penembakan terhadap Brigadir J yang sebelumnya dikatakan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, dilakukan dari atas atau lantai dua rumah Irjen Ferdy, oleh Bharada E, disebut terbantahkan. "Sebab dari 4 tembakan yang mengenai tubuh korban Brigadir J daN semua peluru masuk secara datar dan garis lurus. Bahkan tembakan dari leher tembus ke bibir, dilakukan dari agak ke bawah ke atas," ujar Kamaruddin seperti dikutip dari Wartakotalive.com, Sabtu (30/7/2022).
Pengakuan Bharada E bahwa ada penembakan dari dekat sama dengan yang disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
Sempat adu tembak, Bharada E berhasil melumpuhkan Brigadir J hingga tersungkur. Bharada E kembali melepaskan dua tembakan pada Brigadir J, meski seniornya itu sudah tak sadarkan diri.
Alasannya, kata Taufan, Bharada E ingin memastikan Brigadir J telah berhasil dilumpuhkan.
Politisi PDIP Pertanyakan Putri
Pegiat media sosial sekaligus politisi PDIP, Dewi Tanjung mempertanyakan istri Ferdy Sambo yang meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Hal itu disampaikan Dewi Tanjung dalam kanal Youtube pribadinya, dikutip, Senin (1/8/ 2022).
"Nyai mau bertanya nih sama Yth Ibu Putri ya. Anda minta perlindungan ke LPSK, pertanyaan Nyai, Anda itu minta perlindungan dari apa? Toh tersangkanya saudara J sudah mati, ditembak, dibunuh," ujar Dewi Tanjung.
Dia mempertanyakan apakah istri Ferdy Sambo takut dengan arwah Brigadir J.
Baca juga: Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka
Putri, Takut Sama Siapa?
"Jadi apa, minta perlindungan sama siapa, takut sama siapa. Takut sama rohnya Joshua? Si Ibu ini takut sama siapa? Kalau takut sama arwah Joshua, bukan minta perlindungan pada LPSK," ujarnya.
Lebih lanjut, Dewi Tanjung menyarankan istri Ferdy Sambo agar meminta perlindungan ke dukun daripada ke LPSK.
"Minta perlindungan ke kyai atau ke dukun, yang berurusan sama roh-roh, gitu ya. LPSK itu bisa apa menghadapi arwah Joshua," ujar dia.
"Sebaiknya kalau Anda takut, ya sudah bicara jujur saja, apa yang mesti ditutup-tutupi. Ya mungkin namanya juga jaga nama baik suami, mungkin ada yang harus dia dikorbankan, yaitu kebenaran," pungkasnya.
Saat ada Tembakan, Terguncang
Sementara Kuasa hukum Putri Candrawathi menyebutkan kliennya terguncang saat mendengar suara tembakan di rumahnya.
Ini meski Putri Candrawathi disebut tidak melihat tembak-tembakan antara Brigadir J dengan Bharada E . Disebutkan pula Istri Ferdy Sambo juga masih terguncang karena pelecehan yang dilakukan Brigadir J atau Nofriansyah Josua Hutabarat.
Baca juga: Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk
"Melihat sudah pasti tidak karena kan posisi klien kami di dalam kamar dan ketakutan. sangat ketakutan dan suara tembakan didengar," kata Arman Hanis dikutip dari Youtube TV One, Selasa (2/8/2022)..
Putri Sedang di Kamar
Ia mengungkapkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sedang berada di dalam kamar saat peristiwa tembak-tembakan terjadi. Sampai kini, Arman Hanis, menyatakan, kliennya Putri Candrawathi belum bisa datang menemui panggilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) lantaran masih mengalami trauma berat.
Sementara Senin (1/8/2022), kuasa hukum dan psikolog dari istri Ferdy Sambo hadir memberikan keterangan kepada pihak LPSK terkait kondisi terkini kliennya itu.
"Jadi begini, kedatangan kami ke LPSK sesuai undangan yg disampaikan ke kami untuk meminta kehadiran klien kami untuk melakukan asesmen," tutur kuasa hukum Putri, Arman Hanis kepada wartawan.
Putri Masih Trauma Berat
Advokat Arman menambahkan, alasan istri Ferdy Sambo, belum bisa memenuhi panggilan LPSK karena masih mengalami trauma. "Kondisi klien kami yang saat ini masih dalam terguncang dan trauma berat, sehingga tadi didalam kami sudah jelaskan, psikolog sudah menjelaskan," lugasnya. Arman pun menjelaskan trauma itu terkait dugaan kekerasan seksual yang menimpanya. jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham