David Ozora Alami Diffuse Axonal Injury, Kualitas Hidup Menurun

surabayapagi.com
David Ozora saat sudah siuman dan melakukan perawatan di rumah sakit. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Buntut penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo (20) membuat Cristalino David Ozora (17) mengalami diffuse axonal injury hingga mengakibatkan kualitas hidup David menurun.

Hal tersebut dijelaskan oleh  Mellisa Anggraeni, kuasa hukum David. Melissa juga menjelaskan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sempat menyarankan agar David diberikan pemenuhan medis dan pendidikan.

Baca juga: Tahanan Polres Blitar Tewas Usai Dianiaya Sesama Tahanan

"Tadi dokter sampaikan bahwa David terkena yang namanya diffuse axonal injury, di mana kualitas life-nya menurun," kata kuasa hukum David, Mellisa Anggraeni, Kamis (30/03/2023).

Namun, lanjutnya, dokter menyampaikan diperkirakan David belum bisa menjalani proses pendidikan selama setahun ke depan.

"Tadi dokter menyampaikan bahwa kondisinya tidak memungkinkan David menerima pendidikan dalam waktu singkat. Mungkin satu tahun ke depan, menurut dokter belum memungkinkan, tapi kita tidak tahu kuasa Tuhan karena dokter selama ini terus melakukan stimulasi-stimulasi terkait kesadaran kognitif," jelas Mellisa.

Baca juga: Main Hakim Sendiri

David sendiri sudah dirawat selama 37 hari setelah terjadi penganiayaan pada Senin (20/2/2023) malam. Rencananya, pekan depan David akan menjalani perawatan stem cell setelah sebelumnya ditunda.

"Jadi minggu depan akan dilakukan penyuntikan stem cell. Sebenarnya minggu lalu, tapi dokter membutuhkan observasi lebih lanjut untuk melakukan suntikan stem cell, baru akan dilakukan minggu depan," ujarnya.

Perlu diketahui, diffuse axonal injury (DAI) atau cedera aksonal difus merupakan jenis cedera otak traumatis (TBI). Istilah ini menggambarkan cedera yang biasanya diakibatkan oleh trauma tumpul di kepala dan mempengaruhi fungsi otak.

Baca juga: Polisi: Korban Alami Kekerasan Secara Brutal hingga Tewas

Dikutip dari Medical News Today, DAI mengacu pada robekan serabut saraf yang dikenal sebagai akson. Cedera ini biasanya terjadi akibat pergeseran otak yang cepat di dalam tengkorak, menyebabkan serabut saraf meregang dan robek.

Jika trauma yang didapatkan cukup kuat, ini dapat merusak akson, menyebabkan interkoneksi saraf ini tidak berfungsi atau terputus dan memengaruhi banyak area otak. dsy/dc

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru