Layanan Administrasi di Surabaya 

Website Satu Pintu, Profil Satuan Pendidikan Segera Disosialisasikan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dinas Pendidikan / Dispendik Surabaya pada awal tahun 2024 ini menyederhanakan puluhan layanan administrasi melalui satu pintu di website baru.

Dengan website terbaru ini, kepala sekolah, guru, siswa, hingga admin sekolah, bisa mengakses dalam satu domain yang sama.

Baca juga: Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, totalnya ada sekitar 29 aplikasi yang dilebur dalam satu laman website.

“Sudah kami buat satu pintu. Harapan kami, teman-teman guru tak bingung berpindah ke domain lain,” ujarnya, Senin (5/1).

 Menurutnya, website bernama Profil Satuan Pendidikan ini segera disosialisasikan. Utamanya kepada para guru.

 Itu lantaran guru memiliki pekerjaan adminsitasi yang lebih banyak. Pekerjaan guru diharapkan dapat lebih efisien dengan website baru tersebut.

 Meski demikian, Yusuf Masruh mengaku, proses migrasi website baru belum sepenuhnya tuntas. Akan ada menu tambahan bagi guru. 

“Tinggal nambahi kalau untuk keperluan naik pangkat guru saja,” imbuhnya.

Baca juga: Disdikbud Kota Malang Komitmen Gagas Percepat Pemutusan Soal Angka ATS Tiap Wilayah

Pada laman Profil Satuan Pendidikan, berisi empat tugas pokok. Kepala sekolah misalnya. Mereka memeriksa pelaporan saja.

Guru mempunyai fungsi entry dan pelaporan masalah siswa. Mulai dari putus sekolah, jumlah siswa, hingga keluarga miskin. 

“Nanti ada fungsi admin entry dan pelaporan untuk mengecek gedung rusak berapa,” jelasnya.

 Sedangkan bagi siswa, mereka bisa mengakses soal try out PPDB untuk proses pengayaan pembelajaran.

Baca juga: Belajar di Luar Kelas, 151 Siswa SD Almadany Gresik Jelajahi Gresik Universal Science

 Hal ini dilakukan untuk memodifikasi proses pembelajaran bagi siswa dalam memenuhi tuntutan zaman yang kian dinamis.

 Sama seperti sebelumnya, layanan tersebut bisa diakses kepala sekolah, guru, hingga siswa. Nantinya, aplikasi dapat diakses dengan menggunakan NIK pengguna. 

“Kalau aplikasi ini punya administrasi yang sama, maka buatlah satu domain yang sama untuk mengisi semuanya,” pungkasnya. sb/ana

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru