Dipicu Harga Beras, BPS: Tren Inflasi Kota Madiun Alami Penurunan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu pedagang di pasar tradisional Kota Madiun. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat perkembangan inflasi Kota Madiun menunjukkan penurunan per April 2024 sebesar 0,09 persen. Bahkan, inflasi Kota Madiun termasuk yang terendah ketiga setelah Kota Kediri (0,06 persen) dan Malang (0,08 persen).

Sedangkan, sedangkan secara year-on-year (YoY) penurunan tren inflasi Kota Madiun mencapai 2,97 persen. Kemudian, indeks harga konsumen (IHK) tercatat 1,52 persen.

Baca juga: Kisah Jukir di Balik Kasus Maidi: Rumah Tak Jelas, Kini Berpotensi Disita KPK 

“Cuma kalau menurut tahun kalender inflasi Januari–April, Kota Madiun masih lebih tinggi dibandingkan Jatim dan nasional. Karena Kota Madiun 1,5 persen. Sedangkan, Jatim 1,39 persen dan nasional hanya 1,19 persen,” jelas Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz, Minggu (05/05/2024).. 

Adapun komoditas penyumbang inflasi secara month-to-month, antara lain, bawang merah sebesar 47 persen dan kelompok transportasi 1,47 persen. 

Baca juga: KPK Periksa Dirut BUMD hingga Camat Taman, Pengembangan Kasus OTT Maidi Terus Bergulir  ‎

Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi adalah beras (-7,32 persen) yang harganya terus melandai. Begitu juga dengan telur ayam ras (-11,86 persen) serta cabai rawit (-18,35 persen).

“Kenapa beras? Soalnya, pada bulan lalu itu sudah masuk masa panen sekaligus upaya pemerintah yang jor-joran menggelar operasi pasar untuk beras SPHP,” jelas Aziz. 

Baca juga: Musim Haji 2026, Ratusan CJH di Kota Madiun Dapat Uang Saku SAR750

Selain itu, kenaikan harga emas sejak akhir Maret–April lalu juga menyumbang inflasi. Karena harganya tembus USD 2.336 per troy atau naik sekitar 8,24 persen. 

“Kenaikan harga emas yang cukup signifikan ini ikut mempengaruhi kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ungkapnya. mdn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru