Pemkot Madiun Bagikan 5.840 Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa SD dan SMP

surabayapagi.com
Ilustrasi. Siswa/i menerima pembagian kain seragam sekolah gratis di wilayah Kota Madiun, tahun 2024. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai salah satu upaya memajukan pendidikan di wilayah Kota Madiun. Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tengah gencar-gencarnya mengebut proyek pengadaan ribuan paket seragam gratis untuk siswa baru.

Proyek pengadaan seragam sekolah gratis tersebut menelan anggaran hingga Rp 2 miliar lebih yang nantinya akan didistribusikan kepada 5.840 siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kota Madiun.

Baca juga: Dua Mobil Mewah Milik Ketua PBSI Kota Madiun  Diboyong KPK ke Jakarta

"Pendistribusian kami lakukan dengan cara perwakilan sekolah yang mengambil ke Dinas Pendidikan (Dindik) dan segera dibagikan ke siswa," ujar Kasi Pengelolaan Sarpras PAUD dan PNF, SD, SMP Dindik Kota Madiun Sugiyanta dalam keterangannya di Madiun, Rabu (14/08/2024).

Total ada 5.840 paket yang disediakan. Rinciannya, 2.616 paket untuk seragam tingkat SD, 2.580 paket untuk seragam SMP ukuran standar, dan 644 paket seragam SMP ukuran jumbo.

Baca juga: Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Sedangkan untuk ongkos jahit, kata Sugiyanta, akan dibagikan setelah proses pendistribusian kain seragam ke sekolah usai.

"Setiap seragam mendapatkan bantuan ongkos jahit Rp 150 ribu. Karena dalam satu paket ada 2 seragam, jadi ongkos jahit yang diberikan Rp 300 ribu untuk masing-masing anak," katanya.

Baca juga: Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Sebagai informasi, setiap tahun Pemkot Madiun menggulirkan bantuan seragam gratis berupa kain dan ongkos jahit yang berlangsung sejak tahun 2022. Bantuan tersebut merupakan upaya untuk memajukan sektor pendidikan di Kota Madiun, sekaligus wujud pemerintah untuk menyediakan pendidikan layak bagi seluruh anak di daerah setempat, serta menggerakkan sektor jasa penjahit. md-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru