Stabilkan Harga Minyak Goreng Ramadhan DPRD dan Disperindag Gelar Operasi Pasar

Reporter : Handoko Koresponden Sidoarjo
Disperindag Sidoarjo bersama Komisi B DPRD Sidoarjo sedang melakukan Operasi pasar migor di Pasar Larangan. SP/Hik/Hdk

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan kecukupan bahan pokok kebutuhan masyarakat di Bulan Puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri  Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkolaborasi dengan Komisi B DPRD Sidoarjo melakukan giat operasi pasar minyak goreng di Pasar Larangan, Candi, Sidoarjo. 

Dalam operasi pasar ini, Minyakita dijual dengan harga Rp 14. 000 per liter, dimana para pedagang pasar boleh membeli Minyak kita sedikitnya 3 dus yang berisi kemasan minyak 12  botol yang berukuran 1 liter.

Baca juga: Hearing DPRD Sidoarjo Fasilitasi Khusus Perumahan Istana Mentari, Keluarga Almarhum Rudi Pulihkan Nama Baik Keluarga

"Para pedagang pasar boleh menjual lagi namun dengan batasan tidak boleh menjual minyak goreng yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah," ujar Bambang Pujianto Anggota Komisi B  DPRD yang saat itu ikut mengawal giat operasi pasar migor di Pasar Larangan.

Lebih lanjut disebabkan oleh Bambang kondisi harga kebutuhan masyarakat di pasar masih dalam keadaan standar tidak ada lonjakan harga yang signifikan, di contohkan harga cabe rawit kini sudah turun saat ini di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu  yang diikuti harga bawang merah dan harga bawang putih yang masih stabil.

Dalam kesempatan tersebut Bambang  Pujianto juga mengatakan upaya ini dilakukan untuk pemantauan harga, memastikan kebutuhan tersedia, menjaga bahan pokok dan bahan penting, melaksanakan operasi dan sidak pasar serta memantau distributor barang agar tidak ada penimbunan barang.

Sejak pagi, para pedagang Pasar Larang  terlihat antusias mendatangi lokasi untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau. Untuk menghindari antrean panjang dan kepadatan di satu titik, kegiatan di pusatkan selatan Pasar Larangan dekat parkiran

Baca juga: Legislator Kusumo Adi Nugroho Mendapatkan Anugerah Wakil Rakyat Terinspiratif

Demi menjaga ketertiban Operasi pasar ini juga dikawal oleh jajaran Polresta dan Polsek Candi.

Untuk melakukan pengamanan dan memastikan distribusi minyak goreng ini berjalan dengan baik. Juga mengawasi agar tidak ada oknum yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Sementara itu salah seorang Pedagang Pasar Larangan Nurasih berharap kepada pemerintah agar setelah ada operasi pasar minyak goreng ada program lain yang lebih murah lagi misalnya beras dan gula.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Harga Bapok dan Inflasi, Ponorogo Gelar Pasar Murah Jelang Nataru

"Mudah-mudahan setelah minyak ada yang lebih murah misalnya beras," kata Nurasih.

Senada hal tersebut Umrhoatul (28) pedagang sembako Pasar Larangan  mengaku bahwa operasi pasar minyak ini sangat membantu masyarakat. Selama ini dirinya kesusahan untuk mendapatkan minyak kita.

"Bersyukur ada operasi pasar migor ini, meski antre saya berterima kasih dengan digelarnya operasi pasar ini. Kami berharap operasi ini sering dilakukan untuk membantu masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri nanti," kata Umrhoatul. Hik/hdk

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru