Buka Musrenbang 2026, Wali Kota Ning Ita Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali Kota Mojokerto saat membuka Musrenbang RKPD Kota Mojokerto tahun 2026. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Mojokerto Tahun 2026 di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto Jumat (21/3). 

Ning Ita sapaan wali kota menyampaikan betapa pentingnya sebuah perencanaan pembangunan untuk sebuah daerah. Perencanaan yang baik akan memastikan bahwa pembangunan di daerah dilakukan secara lebih terarah dan efisien. 

Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

“Dalam berencana, kita jangan hanya memikirkan apa yang akan kita kerjakan, tapi terlebih dahulu kita harus berpikir apa yang akan kita capai, itu mindset kita. Kita semua bergerak harus selaras dalam satu semangat yang sama, mewujudkan satu visi yaitu: ”Terwujudnya Kota Mojokerto maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera dan berkelanjutan,” kata Ning Ita. 

Lebih lanjut ia menyampaikan berbagai prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Kota Mojokerto akan menjadi pijakan dalam penyusunan RKPD 2026, dengan semangat positif akan meraih hal yang lebih baik daripada yang sudah diperoleh sebelumnya. 

“Karena itu prinsip pengelolaan yang partisipatif, dengan melibatkan seluruh stakeholder hadir di ruangan ini, dan juga inovatif, memberikan ruang dan semangat seluruh jajaran untuk bisa melahirkan kreativitas dan inovasi baru baik dalam tata Kelola pemerintahan, pelayanan publik maupun pembangunan ini diharapkan mampu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kota Mojokerto,” tegas wali kota perempuan pertama ini. 

Kepada para peserta Musrenbang RKPD 2026, ia juga menyampaikan bahwa Musrenbang  menjadi momen strategis untuk merumuskan arah kebijakan yang lebih progresif, yang tumbuh positif ke depan serta memastikan setiap program pembangunan tidak hanya tepat sasaran tetapi juga selaras dengan prinsip good governance dan telah terbukti membawa kemajuan kota mojokerto tercinta. 

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP

“Pelaksanaan musrenbang rkpd kota mojokerto tahun 2026 ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antar perangkat daerah serta mengokohkan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh stakeholder di kota mojokerto khususnya yang hadir mewakili institusi dan instansi masing-masing sehingga kita harus optimis dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki kita mampu melahirkan perencanaan yang lebih strategis, sinergis tepat sasaran,” imbuhnya. 

Melalui Musrenbang, Ning Ita juga mengharap masukan dari semua yang hadir sangat kami harapkan, dalam musyawarah ini kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan usulan-usulan terbaik untuk kemajuan kota mojokerto.

“Usulan-usulan itu akan menjadi pertimbangan yang strategis bagi kami untuk menyempurnakan perencanaan yang sudah kita susun dalam rancangan awalnya. Semoga Kerjasama yang baik yang sudah terwujud terbina antara Forkopimda, seluruh elemen strategis lainnya bisa terus kita kuatkan untuk membangun kota mojokerto, lebih baik, lebih maju, lebih berdaya saing dan berkelanjutan kedepannya,” pungkas Ning Ita. 

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Mojokerto Agung Moeljono Subagijo menambahkan bahwa berdasarkan arah kebijakan pembangunan 2026 terdapat 9 prioritas pembangunan.

“Sembilan prioritas pembangunan yaitu perluasan lapangan pekerjaan melalui advokasi permodalan, peningkatan akurasi data terpadu penanganan kemiskinan dan PPKS, peningkatan kualitas layanan keluarga berencana, peningkatan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan kerjasama antar daerah, peningkatan perkembangan UMKM melalui peningkatan wirausaha muda dan peningkatan kapasitas usaha mikro, peningkatan kualitas SDM pada setiap unit penyelenggara pelayanan publik, peningkatan kualitas kebijakan pemerintah daerah, peningkatan TPST dan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta penurunan resiko bencana melalui pemetaan wilayah rawan bencana dan pelaksanaan mitigasi bencana,” terang Agung.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara Musrenbang oleh perwakilan peserta, termasuk perwakilan disabilitas, tokoh perempuan dan Kepala BPKPD. Tanda tangan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun Kota Mojokerto yang lebih maju, berdaya saing dan berkelanjutan. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru